Example floating
Example floating
Opini

Yogyakarta: Bukan Tempat Mencari Hidup melainkan Mencari Makna Kehidupan

×

Yogyakarta: Bukan Tempat Mencari Hidup melainkan Mencari Makna Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ketgam: Tugu Jogja. Sumber kabarjogja.id

Faktual.Net, Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penyebutanyya sering dihubungkan dengan Jogja, yogya, Yogyakarta maupun Jogjakarta. Tidak masalah apapun namanya, yang penting dari sebuah nama adalah filosofi dan sejarahnya.

Secara geografis Yogyakarta (Sebutan yang sering dihubungkan dari DIY) terletak di bagian tengah-selatan Pulau Jawa dan dengan luas daerah sektar 3.185,80 km2 yang kemudian terdiri atas satu kota (Kota Yogyakarta) dan empat kabupaten (Sleman, Bantul, Gunung kidul dan Kulon Progo) yang terbagi lagi menjadi 79 kemantren, dan 438 kelurahan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berdasarkan bentang alam, wilayah Yogyakarta dapat dikelompokan menjadi empat satuan fisiografi, yaitu satuan fisiografi Gunung Merapi, satuan fisiografi Pegunungan Sewu atau Pegunungan Seribu, satuan fisiografi Pegunungan Kuon Progo, dan satuan fisiografi Dataran Rendah. Kondisi fisiografi tersebut membawa pengaruh terhadap persebaran penduduk, ketersediaan prasanan, dan sarana wilayah dan kegiatan social ekonomi penduduk serta kemajuan pembangnan antar wilayah yang timpang.

Pariwisata merupakan sektor utama bagi Yogyakarta. Dengan banyaknya objek secara geografis diuntungkan oleh jarak Antara lokasi objek wisata yang terjangkau dan mudah ditempuh. Sektor pariwisata sangat signifikan menjadi motor kegiatan perekonomian Yogyakarta yang secara umum bertumpu pada tga sektor andalan yaitu: jasa-jasa; perdagangan, hotel dan restoran; serta pertanian. Dalam hal ini pariwisata memberi efek penggnda yang nyata bagi sektor perdagangan disebabkan menngkatnya kunjungan wisatwan. Selain itu, penyerapan tegana kerja dan sumbanan terhadap perekonomian daerah sangat tinggi.

Baca Juga :  Tak Perlu Titel Luar Negeri Jika Mahzab Ekonomi Pasar Jadi Penindasan Buruh dan Petani serta Tidak Mampu Lindungi Kekayaan Alam

Sebagai tempat yang menjadi target kunjungan bahkan menetap, Yogyakarta menjad tempat yang pas jika ingin mencari makna kehidupan. Namun, jika niat memilih Yogyakarta sebagai tempat mencari hidup maka masih banyak kota-kota lain yang lebih cocok ketimbang Yogyakarta. Mengapa demikian? Dikarenakan UMR Yogyakarta yang rendah. Besaran Rendah dikarenakan beberapa variable, utamanya ada dua hal yakni produktivitas tenaga kerja dan tingkat inflasi atau kenaikan harga kebutuhan hidup. Dibandingkan kota-kota besar yang lain di Indonesia, Yogyakarta terkenal dengan harga kebutuhan yang rendah. Dengan harga kebutuhan rendah cukup untuk hidup secara pas-pasan tidak berlebihan. Sehngga hidup di Yogyakarta cobaannya adalah menikmati kehidupan.

Sangat sulit bagi mereka yang hidup di Yogyakarta untuk menilai orang dari penampilan, karena di Yogyakarta penampilan tidak menjadi tolak ukur utama melainkan nilai filosofisnya. Konsep-konsep sumbu filosofis yang sarat dengan nilai kehidupan ini tidak ditemui di kota manapun bahkan Negara manapun. Nilai keautentikan Yogyakartalah yang kemudian menjadi tempat untuk singgah dan menetap untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

Penulis: Ilhamsyah Muhammad Nurdin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit