Faktual.Net, Batang, Jateng – Proyek pembangunan trotoar dan drainase senilai Rp1.698.283.000 di Jalan A. Yani, Kecamatan Batang, menuai keluhan dari warga dan pedagang setempat. Proyek yang dikerjakan oleh CV Kian Ageng Rezeki dengan panjang pengerjaan mencapai 771 meter ini dinilai mengganggu aktivitas usaha warga lantaran tak disertai akses sementara berupa jembatan darurat.
Salah satu warga yang terdampak, Mursidi, seorang tukang permak jahit, mengaku usahanya merugi akibat terhambatnya akses masuk bagi pelanggan.
“Kurang lebih sudah hampir seminggu proyek berjalan, kemungkinan mulai Kamis kemarin. Saya kesulitan, Mas, karena kebanyakan pelanggan saya itu wanita, dan mereka kesusahan untuk masuk ke sini,” ujar Mursidi saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, sejak proyek dimulai, jumlah pelanggan yang datang menurun drastis. Biasanya ia bisa bekerja hingga malam hari, namun kini hanya bisa buka dari siang hingga sore karena sepi pelanggan.
“Pelanggan saya seperti bubar, Mas. Hampir nggak ada yang datang. Sampai saya terpaksa bikin jembatan darurat sendiri dari bambu seadanya,” keluhnya.
Mursidi berharap pihak pelaksana proyek bisa memperhatikan dampak terhadap pelaku usaha sekitar dengan menyediakan jembatan darurat agar aktivitas warga dan pelanggan tidak terganggu.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa papan informasi proyek tidak mencantumkan alamat penyedia atau CV pelaksana pekerjaan, sebagaimana lazimnya proyek pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai keluhan warga dan minimnya informasi publik di lokasi proyek.
Tim/Red















