Faktual.net, Gowa, Sulsel- Insiden warga tersengat listrik di Dusun Lassa-Lassa, Desa Lassa-Lassa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, memicu kemarahan masyarakat. Warga menuding pegawai PLN Bontolempangan lalai dan abai dalam menindaklanjuti laporan berulang terkait kondisi jaringan listrik yang membahayakan.
Beberapa hari lalu, seorang warga nyaris meregang nyawa setelah tersengat aliran listrik. Meski selamat berkat pertolongan cepat warga sekitar, korban sempat dalam kondisi kritis. Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa keluhan warga selama ini tidak pernah ditanggapi serius oleh pihak PLN.
“Kami sudah berkali-kali melaporkan soal kabel listrik yang berbahaya, tapi tidak ada langkah nyata. Kalau warga tidak cepat menolong, mungkin sudah ada korban jiwa,” tegas salah seorang warga dengan nada kecewa.
Masyarakat menilai keterlambatan PLN dalam merespons laporan adalah bentuk kelalaian fatal yang membahayakan keselamatan publik. Mereka mendesak agar pihak PLN Bontolempangan segera memperbaiki jaringan listrik yang rusak dan memastikan ada pengawasan ketat terhadap kinerja pegawainya.
“Jangan tunggu ada korban meninggal baru mau bertindak. Keselamatan warga jauh lebih penting dari sekadar alasan teknis,” tambah warga lainnya.
Warga Dusun Lassa-Lassa berharap kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menuntut adanya tanggung jawab dan tindakan nyata dari PLN Bontolempangan, bukan sekadar janji tanpa realisasi.
Reporter Sattu
Redaksi













