Example floating
Example floating
Pertanian

Warga Desa Bone Kembangkan Padi Black Madras Asal Jepang

×

Warga Desa Bone Kembangkan Padi Black Madras Asal Jepang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktul.Net, gowa, Sulsel. Masyarakat Kabupaten Gowa, Sulsel mungkin banyak yang merasa asing atau belum mengenal varietas padi asal Jepang bernama Black Madras, yang warnanya hitam keungu-unguan.

Jenis padi dari Negeri Sakura itu kini tengah dikembangkan pembibitannya oleh salah seorang petani di Desa Bone, Kecatanam Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan menanam seluas seperdelapan hektar untuk lahan pembibitan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Orang yang pertama kali menanam padi Black Madras itu adalah Musliadi Dg Lau, 52, seorang petani warga Desa Bone, Kecamatan Bajeng. Awalnya Musliadi Dg Lau hanya mendapat informasi dari anaknya bernama Lasinrang Aditia. Sang anak ini mendapatkan informasi dari salah satu kenalannya mengenai jenis padi Jepang yang daun dan batangnya berwarna ungu tua. Berbeda dengan jenis padi yang biasa ditanam petani seperti varietas IR, Inpari, Ciherang atau padi varietas lokal lainnya.

Setelah mendengar informasi tersebut, Lasinrang sapaannya yang juga salah satu pemuda yang aktif dibidang pengembangan pertanian pedesaan, tertarik dan mengambil bibit padi tersebut.

Menurut Lasinrang saat dikonfirmasi, Kamis (31/01/2019), padi Black Madras itu memiliki banyak keunggulan dibanding varietas padi biasa yang ditanam petani di Indonesia pada umumnya. Padi Jepang berdasarkan hasil penelitian, kandungan kadar gula dan kadar lain-lainnya sangat rendah. Sehingga baik dikonsumsi oleh mereka yang punya penyakit kelebihan gula atau diabetes.

Mengingat padi Black Madras memiliki beberapa keunggulan maka Lasinrang mencoba menanam padi Jepang itu pada lahan sawah seluas seperdelapan hektar. “Daun padi Black Madras ini warnanya berbeda jauh dengan padi biasa. Warnanya bukan hijau tapi berwarna ungu tua,” katanya.

Banyak tetangga dan petani yang merasa aneh melihat tanaman padi Black Madras berwarna ungu tua itu. “Mereka mengira tanaman padi itu sedang terserang penyakit atau hama. Ada petani yang mengatakan padi itu kena serangan hama wereng. Ada juga yang mengatakan tanaman padi itu kena serangan penyakit lainnya. Padahal warna aslinya daun padi Black Madras itu memang begitu,” katanya.

Jika lahan percobaan tanam padi jenis Black Madras itu berhasil dipanen, kata Lasinrang maka hasil panen itu akan dibuat bibit untuk ditanam pada Musim Tanam berikutnya. “Tentunya nanti lahan tanaman padinya akan lebih luas lagi,” ujar Lasinrang.

Saenal abidin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit