Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaOpini

Viral di Media Sosial Kondisi Balai Desa Kamosope Terlihat Kumuh dan Ditumbuhi Belukar

12
×

Viral di Media Sosial Kondisi Balai Desa Kamosope Terlihat Kumuh dan Ditumbuhi Belukar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ketgam : Kondisi Balai Desa Kamosope.

Faktual.net, Muna — Telah viral di media sosial sebuah foto yang diduga adalah kantor Balai Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, yang memperlihatkan kondisi ruangan tampak kumuh dan di tumbuhi belukar.

Foto tersebut di unggah oleh pemilik akun Facebook Babu Ode Ode pada Minggu 29 Desember 2024, denga caption “Sangat-sangat tdk terurus ini ruangan”.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam unggahan itu menuai beragam komentar dari netizen salah satunya adalah pemilik akun Fatha Har yang diduga adalah Kepala RT 1 Desa Kamosope, dengan menghimbau agar waspada untuk masuk dalam ruangan tersebut.

“Hati-hati bosq masuk di ruangan itu jangan sampai tembokx jebol,”komentarnya.
Sementara itu pemilik akun Samsudin yang diduga Kepala Desa Kamosope juga turut berkomentar seirama dengan Kepala RT 1, yang menghimbaukan untuk tidak memasuki ruangan yang di posting itu.

“Jangan ada yg masuk ruangan yg di-posting ini sd roboh,” kata Samsudin.

Menanggapi hal tersebut pengurus Ikatan Pemuda Desa Kamosope (IPDK) sangat menyayangkan aparat Desa Kamosepe yang tidak memperhatikan kondisi kebersihan dan prasarana Balai Desa.

Baca Juga :  Skandal Internal RSUD Syekh Yusuf dan Bupati Gowa? Beasiswa Dicabut Usai Dipanggil Direksi, LSM Inakor Kecam Dugaan Tekanan

“Kalau kita biarkan seperti itu, ini bisa membahayakan bagi keselamatan warga karena sering digunakan sebagai ruang rapat khawatirnya jangan sampai roboh, bukan hanya itu kebersihannya juga harus menjadi prioritas agar terlihat bagus dan bersih. Ini kaya sudah bangunan tua yang tidak pernah digunakan, para aparat kayanya hanya makan gaji buta saja, terbukti biar hanya kebersihan balai mereka tidak hiraukan mereka tinggal lihat-lihat seperti itu saja rumput yang tumbuh dalam ruangan,” kata Firman pengurus IPDK.

Lanjut Firman, seharusnya dengan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang cukup terbilang besar kiranya bisa memprioritaskan untuk rehabilitas Balai Desa karena ini menjadi kepentingan umat.

“Dengan anggaran dana desa yang masuk setiap tahunnya kurang lebih hampir 2 miliar harusnya dikelola dengan baik dengan memporsikan untuk renovasi kantor Balai Desa Kamosope. Akan tetapi tidak demikian pengelolaan DD dan ADD Desa Kamosepe tampak terlihat kurang transparan jadi hal ini patut di curigai, “tutup Firman.

Laporan : Zam

Tanggapi Berita Ini