Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Berita

Unjuk Rasa Tolak Omnibus, HMI Gowa Raya Tutup Jalan Sultan Alauddin

23
×

Unjuk Rasa Tolak Omnibus, HMI Gowa Raya Tutup Jalan Sultan Alauddin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Rabu (07/10/20) siang ini.

Unjuk rasa itu dilakukan sebagai bentuk menyikapi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat yakni pengesahan RUU Omnibus Law menjadi Undang-undang.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah dalam orasinya mengatakan, kehadiran HMI Gowa Raya dengan unjuk rasa sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap DPR yang tidak mampu melayani rakyat Indonesia.

Sebagaimana tupoksi DPR adalah jelas untuk rakyat, sedang Omnibus Law yang baru saja disahkan oleh DPR sendiri sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. DPR tidak mampu memposisikan dirinya sebagai dewan rakyat, DPR hanya bentuk dari pengkhianatan rakyat, teriak Ketua Umum HMI Cabang Gowa dalam aksinya.

Lebih lanjut, Ardiansyah berharap kepada seluruh kader HMI Gowa Raya untuk tidak mengendorkan semangat mengawal Omnibus Law yang telah mencatati demokrasi.

“HMI adalah harapan bangsa Indonesia, maka dari itu mari kita perjuangkan hak-hak rakyat, dan perlihatkan bahwa HMI Gowa Raya hadir ditengah penderitaan rakyat,” tegas Ardiansyah.

Baca Juga :  Potensi Masyarakat DPC PPBNI Jakarta Utara Sowan Ke Mapolres Pelabuhan Jakarta Utara

Sementara itu, Pengurus HMI Gowa Raya Bidang Hukum dan HAM, Kasrum Ursula menyampaikan dalam orasinya, HMI Gowa Raya berkomitmen menolak Omnibus Law, lantaran telah mencederai hierarki ketatanegaraan dan mencatati nilai-nilai demokrasi bangsa Indonesia.

“UU Omnibus Law yang disahkan DPR secara hierarki telah melakukan pelanggaran konstitusi, tidak sejalan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945, yang selanjutnya UU Omnibus Law telah mencatati lingkungan hidup, cipta kerja karena hanya semata-mata hanya meloloskan investasi,” jelas Ursulan sapaan akrabnya dalam orasinya.

Lebih lanjut, Politik dilahirkan untuk strategi dan kesejahteraan rakyat, tetapi hari ini hanya dipermainkan oleh para elit partai dan DPR.

Diakhir orasinya, ia mengajak seluruh kader HMI Gowa Raya untuk tetap berjuang atas nama rakyat.

“Perlawanan menjadi wajib, dan mundur adalah pengkhianatan,” tandas Ursula dalam orasinya. ( Arif )

Tanggapi Berita Ini