Faktual.Net, Kendari, Sultra. Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO) kembali turun ke masyarakat dalam rangka implementasi salah satu dari tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kali ini berlangsung di Kelurahan Lepo – Lepo, Kecamatan Wua – Wua, Kota Kendari. Program pengabdian masyarakat yang berlangsung terbagi dalam dua tahap yakni tahap sosialisasi dan tahap implementasi.

Pada kesempatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Lepo – Lepo, Program Studi S1 Teknik Mesin UHO yang dipimpin langsung oleh Budiman Sudia, ST.,MT selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Teknik Mesin, mengajak masyarakat Kelurahan Lepo – Lepo melalui perwakilan RT, RW, Karang Taruna untuk memanfaatkan limbah kaleng bekas, limbah logam yang berbahan aluminium untuk didaur ulang menjadi wajan.
Budi menjelaskan kepada undangan yang hadir dalam sosialisasi bahwa persoalan sampah khususnya kaleng – kaleng minuman semisal kaleng coca – cola, kaleng minuman kemasan, kaleng kemasan racun nyamuk merupakan masalah lingkungan yang harus diatasi. Teknik Mesin UHO menawarkan sebuah konsep penanganan sampah tersebut dengan teknologi sederhana buatan UHO. Dan teknologi sederhana itu akan menghasilkan output berupa wajan penggorengan yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
Aminur, ST, M.Eng yang merupakan perancang Tungku Krusibel yang digunakan untuk meleburkan logam, menjelaskan bahwa teknologi tepat guna yang dirancangnya bukan hanya untuk menguraikan limbah kaleng – kaleng bekas minuman tetapi lebih banyak lagi.
“Limbah yang bisa dileburkan melalui Tungku Krusibel ini dapat meleburkan kaleng – kaleng bekas minuman, limbah furniture berbahan aluminium, limbah perbengkelan semisal piston dan berbagai macam limbah logam berbahan aluminium”, ucap Aminur kepada faktual.net pada Rabu, 9/9/2021 di Kendari.

Aminur juga menambahkan bahwa dalam konteks lebih luas, produk yang dihasilkan dari hasil peleburan logam – logam tersebut adalah peralatan rumah tangga berbahan aluminium seperti wajan, panci, sendok dan sebagainya. Tetapi pada kesempatan ini, Teknik Mesin UHO konsen pada wajan sebagai pilot projeck.
“Kalau program ini berhasil, maka tentu masalah limbah anorganik berbahan logam, dapat teratasi. Dan bukan hanya masalah sampah dapat teratasi tetapi hasilnya juga akan bernilai ekonomis. Dan jika ada investor atau penyandang dana, mungkin kedepannya warga Kelurahan Lepo – Lepo yang didampingi oleh jurusan Teknik Mesin UHO dapat membuat pabrik walaupun dalam skala UMKM”, tambah Aminur.
Aminur yakin bahwa persoalan sampah dan persoalan – persoalan lainnya dapat teratasi apabila semua pihak bersinergi. Pemerintah, Masyarakat dan Kampus harus bisa berjalan bersama guna mengurai persoalan – persoalan lingkungan yang ada dimasyarakat. Salah satunya adalah masalah sampah.
Tim dosen yang terlibat pada kegiatan ini sepenuh berasal dari tim Dosen Teknik Mesin UHO. Ketua Tim Budiman Sudia, ST.,MT, Anggota : Citra Yurnidasyah, S.Si.,M.Si, Raden Rinova S, ST., M.Eng., Ph.d, Aminur, ST., M.Eng.
Untuk menjadi informasi bahwa tahap dua berupa implementasi pencetakan wajan akan dilakukan saat cetakan logam yang sementara dalam pembuatan telah selesai di uji coba.
Reporter : Aco RI














