
Faktual.Net, Fakfak — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) sukses melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kosakata bahasa Inggris dasar bagi siswa SD Inpres 2 Wagom, Jumat (26/09/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini melalui metode Total Physical Response (TPR), sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan keterlibatan gerak fisik dalam memahami kosakata dan instruksi sederhana.
Tim PKM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari dua dosen Politeknik Negeri Fakfak, yaitu Titing Magfirah, M.Pd.dan Riyadh Arridha, M.Kom., serta didukung oleh beberapa mahasiswa yang turut berperan aktif dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi kekuatan utama dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, meudah dipahami oleh para siswa.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak untuk mempraktikkan berbagai kosakata bahasa Inggris dasar melalui perintah fisik seperti jump, run, clap, dan turn around.
Aktivitas ini tidak hanya membantu mereka memahami makna kata, tetapi juga melatih pendengaran dan respons cepat terhadap instruksi. Metode TPR terbukti efektif dalam menarik perhatian anak-anak, membuat mereka lebih berani berbicara, serta menumbuhkan rasa percaya diri saat menggunakan bahasa Inggris.
Ketua Tim PKM, Titing Magfirah, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Politeknik Negeri Fakfak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Fakfak, khususnya dalam penguasaan bahasa asing sejak usia sekolah dasar.
“Melalui metode TPR, anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, mereka dapat memiliki fondasi bahasa Inggris yang kuat dan termotivasi untuk terus belajar,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, tim PKM juga menyerahkan modul pembelajaran sederhana yang dapat digunakan guru SD Inpres 2 Wagom sebagai panduan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Dukungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk keberlanjutan program peningkatan kemampuan bahasa Inggris di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SD Inpres 2 Wagom menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan apresiasinya kepada Politeknik Negeri Fakfak.
Menurutnya, metode yang diterapkan mampu membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pelajaran bahasa Inggris.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Politeknik Negeri Fakfak tidak hanya memperkuat peran akademisi dalam pembangunan daerah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa yang terlibat, khususnya dalam mengasah keterampilan mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak.
Kegiatan PKM ini menjadi bukti nyata sinergi perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global melalui penguasaan bahasa asing sejak dini. (Red).















