Tiga Mahasiswa Asal Bima Gelar Pameran Anomali Di Makassar

91

Faktual.Net, Makassar, Sulsel. Mahasiswa jurusan seni rupa Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar pameran di galeri seni rupa anjungan pantai Losari Makassar Sulawesi Selatan pada 29 April – 2 Mei 2019 dengan tema “Anomali”.

Pameran ini diselenggarakan oleh enam orang perupa dengan menampilkan 45 karya yang terdiri dari studi khusus ilustrasi, kriya, grafis dan seni lukis.

Pameran anomali ini turut didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar, seniman Kota Makassar serta komunitas kreatif se-Kota Makassar.

Dalam perhelatan pameran ini, enam orang perupa tiga diantara berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga Mahasiswa ini berasal dari kampung yang berbeda-beda, misalnya Agussalim Paradeden dengan studi khusus ilustrasi berasal dari Bajo Soromandi, Muhammadin Afrillah berasal dari Sila dan Syahruddin dengan studi Kriya Logam berasal dari Woha.

Baca Juga :  NA Bagi Sembako Di Alolama

Pameran Anomali ini merupakan salah satu persyaratan wajib mahasiswa seni rupa Universitas Muhammadiyah Makassar yang ingin menyelesaikan studi Strata Satu (S-1).

Demikian dikatakan oleh Ketua Prodi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar, Dr. Andi Baetal Muqaddas, M.Sn “mahasiswa seni rupa wajib melaksanakan pameran jika ingin menyelesaikan studi S-1 nya”, katanya pada sambutan acara pameran anomali.

Pada kegiatan pameran ini juga dirangkaikan dengan dengan dialog seni, artis talk, dan lomba mewarnai tingkat anak-anak.
Dr. Muh Faisal MRA, selaku kurator pada pameran anomali berharap kedepannya dunia seni rupa kembali menjadi ruang manusia menemukan dirinya. Melalui penghayatan dan peristiwa sosial, budaya, ekonomi, politik yang menghampiri dan disublimasikan pada produktifitas anak bangsa.

Baca Juga :  Kosppemipko Kendari Laksanakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Ke VII

Salah satu perupa bernama Agussalim merasa sangat bangga bisa unjuk diri dipameran ini, apalagi pada saat pembukaan pameran menampilkan tarian yang berasal dari Bima “tari Wura Bongi Monca”.

“Kami generasi Bima merasa sangat bangga. Harapan kami dengan adanya pameran seperti ini dapat menjadi awal dari pencapaian membangun dunia seni rupa ketika kembali dikampung halaman,” ujar Agussalim.

Reporter : Juliadin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :