Faktual.Net, Batang, Jateng – Tak menunggu lama Mendengar kabar informasi telah terjadi banjir yang menggenangi pemukiman warga RT 01 RW 01 Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra langsung mendatangi lokasi serta menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga yang terdampak banjir, Minggu (21/2/21).
Dandim Batang didampingi oleh Danramil 10/Batang Kota Kapten Inf. Bardi beserta para anggota untuk melakukan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat serta lakukan pengecekan di lokasi.
Hal ini merupakan wujud kepedulian TNI, khususnya Kodim 0736/Batang sekaligus memberikan dukungan moril terhadap Warga Desa Kalipucang Wetan yang sedang mengalami musibah agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapinya.
Saat berada dilokasi banjir, Dandim Batang, meminta kepada warga masyarakat agar tetap waspada dan berhati hati mengingat intensitas hujan diwilayah Kecamatan Batang masih cukup tinggi.
“Mengingat air masih banyak yang menggenangi rumah dan intensitas hujan masih saja tinggi, saya harap kepada orang tua untuk waspada dan mengawasi anak-anak saat bermain, supaya tak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbaunya.
Dandim mengatakan, dengan bantuan yang diberikan semoga bisa bermanfaat untuk warga yang terdampak banjir di Desa Kalipucang Wetan
“Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak banjir, dan banjir cepat surut kemudian warga masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti semula,” ucapnya usai menyerahkan bantuan.
Sementara itu Bapak Haryono Ketua RT 01 RW. 01 Desa Kalipucang Wetan mengucapkan terima kepada Dandim 0736/Batang atas bantuannya.
Terimakasih atas kehadiran Pak Dandim dan anggotanya yang telah memberikan bantuan ditengah masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir, semoga kebaikan dibalas oleh Allah SWT.
Haryono juga menambahkan, selain sembako warga juga memerlukan bantuan obat-obatan, karena dampak banjir sudah hampir dua bulan.
“Warga membutuhkan obat gatal, karena air yang mengenang mengakibatkan beberapa kaki warga terkena kutu air,” tuturnya.
Reporter : Niko













