Faktual.Net, Kendari, Sultra – bertekad meningkatkan pendidikan di bumi anoa, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio gemar melakukan kunjungan di SMA, SMK, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah perkotaan maupun daerah terpencil.
Pasca dilantik pada 7 Desember 2018, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio gencar melakukan kunjungan di sekolah terpencil.
Asrun Lio mengatakan, memasuki dua tahun menjabat, lebih dari 70 persen sekolah telah di kunjungi. Hal ini Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengetahui secara rill kondisi SMA, SMK maupun SLB di bumi anoa.
Dia mengatakan, meski sudah ada Kantor Cabang Dinas (KCD), namun dirinya ingin melihat langsung kondisi sekolah yang ada di pelosok daerah . Selain itu, sambung dia, pihaknya ingin mengetahui Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah dan kehidupan peserta didik.
Sebelumnya, Asrun Lio mendapatkan laporan tentang kondisi sekolah
di SMAN 3 Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur) yang cukup memprihatinkan. Namun, untuk memastikan kebenaran laporan itu, pihaknya turun langsung melihat.
“Saya percaya kepada laporan KCD, namun karena kebijakan pimpinan berkaitan dengan pengambilan keputusan, maka kepala dinas perlu mengetahui apa sih yang terjadi di satuan pendidikan. Oke, ada info dari KCD tapi harus di cek sampai ke lapangan karena saya tidak mau ada
laporan asal bapak senang,” ucap Asrun Lio saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu, (25/7/2020).
Ia mengungkapkan, di SMAN 3 Kulisusu Utara ada sebuah bangunan eks Base Camp dijadikan kantor kepala sekolah, dan perpustakaan.
“SMAN 3 Kulisusu Utara ada kantor sekolah dijadikan sekolah perpustakaan eks Base Camp. Jadi kalau tidak dikunjungi mana kita tahu kondisinya,” tuturnya.
Setelah melihat kondisi tersebut, Kadis Dikbud Sultra ini mengusulkan pembangunan gedung sekolah yang memadai untuk sekolah tersebut.
“Tahun ini kita usulkan perubahan, untuk pembangunan yang memadai untuk SMAN 3 Kulisusu Utara,” katanya.
Menurutnya, saat ini masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh seperti di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Untuk itu, Asrun Lio berjanji setelah dilantik sebagai Kepala Dikbud definitif, akan melanjutkan kunjungan sekolah dan memberikan semangat pendidikan ke seluruh daerah di Sultra.
“Saya berjanji setelah pelantikan nanti akan kunjungi sekolah yang belum tersentuh. Dan saya akan memperioritaskan sekolah yang jauh dari pusat kota. Seperti Konawe Kepulauan. Sebelum masuk di pemerintahan, saya pernah melakukan riset di sekolah itu, walaupun saat itu masih Anak Baru Gede Plt kesana sekitar 2017 dan 2018, bukan ABG kadis yah, namun semangat pendidikan ini keseluruh daerah di Sultra,” terangnya.
Kata Asrun, tinggal dua kabupaten saja yang belum dikunjungi yakni Wakatobi dan Konawe Kepulauan. Sementara itu, di Kabupaten Bombana ada 17 SMA/SMK yang pernah disambangi. Kota Bau-bau juga ada 6 SMA/SMK yang dikunjungi.
Kemudian, Buton Selatan (Busel) 3 sekolah. Buton Utara (Butur) 2 sekolah yakni SMKN 11 Labuan dan SMAN 1 Labuan. Selanjutnya, di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) 6 sekolah diantaranya SMAN 1 Rate-rate dan SMAN 1 Batu Putih.
Selanjutnya, di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ada 2 sekolah, Kabupaten Konawe ada 7 sekolah diantaranya SMAN 1 Routa, SMAN Asinua. Di Buton Tengan (Buteng) ada 3 sekolah, Muna Barat (Mubar) 4 sekolah, Kolaka ada 5 sekolah dan terakhir Kota Kendari hampir semua sekolah.
Reporter: Marwan Toasa














