Faktual.net – Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Anda hendak melihat semangat gotong royong dan kekeluargaan pada malam menyambut HUT Ke 78 RI? Datanglah ke RT 003, 004 RW 07 Kelurahan Karet Tengsin Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat yang berlangsung pada Rabu (16/8/2023).
Budaya kekeluargaan dan gotong royong mereka kembangkan tersebut sudah dilestarikan selama 28 tahun sejak tahun 1995.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua RT 003 Sukidjo, Ketua RT 004 Heri Prianto di wilayah RW 07 Kelurahan Karet Tengsin Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat.
Acara dipandu oleh Sutarno mantan RT 003 Tahun 2012-2014, 2015-2022 lebih lama karena ada covid 19.
Tasyakuran yang sudah dibudayakan sejak tahun 1995 dilaksanakan tersebut merupakan sarana silaturahmi dan gotong royong bagi warga tersebut.
Hadir sebagai pembawa doa dalam Tasyakuran adalah Sarjono tokoh agama yang kini juga tinggal di RT 003.
Susunan Acara Tasyakuran malam menyambut HUT Ke 78 RI sebagai beriikut: Pembukaan oleh MC dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya kemudian Mengheningkan Cipta yang dipimpin oleh Sumarno selalu Tokoh Masyarakat yang juga adalah Ketua SWP (Silaturohim Warga Perantauan) Jabodetabek.
Lagu Hari Merdeka dinyanyikan oleh seluruh peserta dilanjutkan dengan sambutan-sanbutan oleh Sukijo, Ketua RT 003 mewakili RT 003, 004.
Sukijo menyampaikan, “Saya mewakili RT 003, 004 mengucapkan Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu dalam acara ini. Ada beberapa yang kami mau sampaikan bahwa besok tanggal 17 Agustus 2023 kita akan melaksanakan upacara bendera dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, agar kiranya kita turut serta dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.
Sukijo dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi kerja pemerintah yang sudah dilaksanakan hingga 78 tahun kemerdekaan.
Ia berharap bangsa ini akan lebih baik lagi ke depannya. Lalu dilanjutkan sambutan Tokoh Masyarakat Sumarno yang kemudian dilanjutkan doa tahlil oleh Sarjono.
Sumarno yang biasa akrab disapa Gareng yang juga merupakan tokoh wayang menyampaikan sambutan, “Yang saya hormati tokoh masyarakat, tokoh agama, Bapak-bapak, ibu-ibu dan adik-adik yang saya cintai. Saya mewakili masyarakat RT 003, 004 RW 07 mengucapkan banyak Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pada malam hari dan setiap tahun kita peringati bersama. Perlu saya sampaikan untuk kegiatan demi kegiatan yang sudah terbentuk dari remaja baik dari persiapan, pemasangan bendera, dan persiapan untuk perlombaan telah dilaksanakan dengan baik,” ujar Sumarno.
Sumarno berharap juga untuk keikutsetaan warga dalam upacara pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 2023, “Mohon dengan hormat untuk satu tahun satu kali besok pagi warga agar mengikuti pengibaran bendera atau upacara untuk memberikan contoh teladan kepada generasi penerus untuk dapat hadir,” tegasnya.
Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Peringatan Detik-detik Proklamasi RI di RT 003/04 akan dilaksanakan pada pukul 07.30.
Bahkan Sumarno berharap bagi yang menggunakan baju adat akan mendapat apresiasi khusus darinya menggugah kesadaran warga akan kecintaan bagi bangsa dan negara Indonesia.
Lanjut Sumarno menambahkan, “Terima kasih kepada Bapak Waluyo yang telah mendidik Paskibra semoga sukses. Besok akan ada banyak door price yang disiapkan bagi yang hadir berupa 50 kantong beras, ada jam dinding, payung dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Dalam doa tahlil tersebut secara khusus mendoakan bagi para pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Usai doa dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan Kue HUT Ke 78 Republik Indonesia yang dilakukan Ketua RT 004/07 Heri Prianto yang diserahkan kepada sesepuh yang bernama Kairan yang kini telah berusia 70an tahun.
Tibalah saatnya acara kebersamaan dari seluruh warga yang hadir baik anak-anak, remaja hingga dewasa dan lansia sekira 700 orang tumplek dengan antusias dan sukacita makan bersama mensyukuri atas nikmat kemerdekaan dari Allah Yang Maha Kuasa.
Makan malam bersama seluruh warga yang ada di lingkungan RT 003, 004 RW 07 Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Sungguh suasana kental akan kebersamaan dan kekeluargaan dikembangkan oleh warga wujud dari warisan budaya leluhur bangsa.
Kiranya menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain di tanah air sebagaimana yang diharapkan Sumarno.
Reporter: Johan Sopaheluwakan




















