oleh

Tak Kenal PHK, Datangkan Rupiah dari Sampah

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Pendapatan tak harus bersumber dari pekerjaan kantoran, berseragam necis, menempati ruang ber AC. Dari sampah justru bisa mendatangkan pundi – pundi rupiah. Apalagi ditengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19) yang saat ini membuat kebanyakan para pelaku usaha goyah.

Hal tersebut disampaikan Sainul Latief, ST kepada faktual.net pada Senin, 13/7/2019 via pesan selulernya. Kepala Seksi Pengurangan Sampah & Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari tersebut menyebutkan bahwa dari data yang mereka miliki, neraca sampah di Kota Kendari setiap harinya sebanyak 271, 05 ton. Sebanyak 224, 29 ton terolah kembali lewat proses daur ulang, sisanya 46, 76 ton tidak termanfaatkan.

Salah satu yang mempunyai peran besar dalam upaya pemanfaatan kembali sampah adalah pengumpul barang bekas (baca : pemulung). Mulai dari pemulung kardus, kertas, besi, aluminium, botol, aki bekas, sampai barang rongsokan benda elektronik seperti TVrusak, Kulkas rusak, AC rusak sampai komputer rusak.

Baca Juga :  Honor GTT Dibawah Rp 1 Juta, Kepala Sekolah Bisa Kena Sanksi

“Pengumpul barang bekas ini mempunyai peranan yang luar biasa dalam pengurangan sampah di Kota Kendari. Ditangan – tangan terampil mereka yang mengumpulkan sampah, memilahnya kemudian dikirim ke pabrik – pabrik daur ulang di pulau Jawa. Rata – rata tujuan pengiriman ke Surabaya”, kata Sainul Latief.

Pria yang pernah menjabat Lurah Puuwatu tersebut merinci beberapa lapak pengumpul barang bekas yang tersebar dibeberapa kelurahan mulai dari Rahandouna, Wundubatu, Watu-Watu, Tobuha, Kadia dan Puuwatu.

Sainul Latief, ST saat mengunjungi pengumpul barang bekas di Kota Kendari

“Ditengah Pandemi Corona ini, pemulung tak kenal kata PHK, mereka tetap survive selama sampah masih ada sampah”, ucap Sainul Latief.

Baca Juga :  KPU Kota Tikep Sosialisasi PKPU Tentang Syarat Calon dan Pencalonan

Sainul menambahkan bahwa dari pantauannya ketika mengunjungi lapak – lapak tersebut, dirinya mendapatkan bahwa usaha pengumpulan barang bekas tersebut sudah dijalankan dari generasi ke generasi.

“Awal pekan lalu, kami turun langsung ke lapangan mengecek keberadaan lapak – lapak tersebut. Faktanya memang luar biasa, sebab usaha pengumpulan barang bekas ini mereka sudah jalankan dari generasi ke generasi, mereka survive, bahkan dari income mereka mengumpulkan barang – barang bekas dan mengirimnya ke Surabaya, mereka mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus takut untuk di PHK oleh atasan mereka, selama sampah masih ada maka tidak ada yang akan di PHK”, tutup Sainul Latief.

Reporter : Aco RI

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :