Workshop Manajemen sekolah
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M.: Sosok Pendidik dan Pengabdi untuk Kemajuan Sekolah Swasta Bogor, Penuh Ketulusan Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bupati Rudy Susmanto
Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M.: Sosok Pendidik dan Pengabdi untuk Kemajuan Sekolah Swasta Bogor, Penuh Ketulusan Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bupati Rudy Susmanto! BOGOR — Nama Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M. bukanlah nama asing di dunia pendidikan Kabupaten Bogor. Sebagai Sekretaris Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, dekat dengan semua elemen, dan senantiasa menjaga keharmonisan antara dunia pendidikan swasta dan pemerintah daerah. Hal ini terlihat nyata ketika ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., yang penuh kehangatan dan doa tulus. “Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam memimpin Kabupaten Bogor menuju kemajuan yang lebih baik. Teruslah menjadi pemimpin yang mengayomi, menginspirasi, dan berpihak untuk masyarakat Bogor,” ucap Dr. Mohammad Sulaiman dengan tulus. KIPRAH DI DUNIA PENDIDIKAN DAN ORGANISASI Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan bahwa BMPS adalah organisasi yang menaungi seluruh badan usaha perguruan swasta di Kabupaten Bogor. Saat ini, Ketua Umum BMPS Kabupaten Bogor adalah Dr. Usep Nukliri, S.Ag., M.M., sementara ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum. Di tingkat Provinsi Jawa Barat, BMPS diketuai oleh Dr. Agus. Selain aktif di organisasi, Dr. Mohammad Sulaiman juga mengabdi sebagai tenaga pengajar di Program Pascasarjana (S2) Universitas Prabu Siliwangi, yang beralamat di wilayah Kabupaten Bogor. Di sana, ia mengampu mata kuliah Statistik dan Bahasa Inggris. MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN DARI AWAL Perjuangannya di dunia pendidikan tidak hanya sebatas mengajar. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan lembaga pendidikan kejuruan yang berlokasi di Jalan RT 10 RW 4 No. —, Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Izin operasional lembaga ini diperoleh pada awal tahun 2016. Awalnya mereka menyewa ruko, namun berkat ketekunan dan keberkahan, kini lembaga tersebut telah berdiri di atas tanah seluas 5.000 meter persegi yang telah dimiliki secara mandiri. “Awalnya kami langsung membuka jurusan Farmasi dan Keperawatan. Mengapa kesehatan? Karena saya melihat tenaga teknis kesehatan sangat dibutuhkan, namun belum cukup tersedia. Kebutuhan tenaga kesehatan di masyarakat masih sangat besar,” ungkapnya. Kemudian pada tahun 2019, lembaga ini memperluas bidang keahlian dengan membuka jurusan Pariwisata, Perhotelan, dan Kuliner. Seluruh lahan seluas 5.000 meter persegi digunakan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Menariknya, status tanah tersebut direncanakan untuk diwakafkan, sehingga tidak dapat diperjualbelikan — murni untuk keberlangsungan pendidikan dan amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. “Kalau diwakafkan, tidak bisa dijual beli. Ini milik Allah, untuk kepentingan umat. Suatu saat jika saya telah tiada, lembaga ini tetap bisa berguna bagi orang banyak. Itu yang saya harapkan,” tegasnya dengan penuh keyakinan. SISWA, TENAGA PENGAJAR, DAN TANTANGAN Saat ini lembaga tersebut hanya menerima sekitar 100 siswa per tahun, sehingga total siswa dari tiga angkatan berkisar antara 200–300 orang. Ruang kelas memang masih terbatas, sehingga sebagian ruang praktik terkadang juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dr. Mohammad Sulaiman telah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas ke Direktorat terkait, dan berharap pada tahun 2026 ini dapat terealisasi dengan bantuan pemerintah. Tenaga pengajar dan tenaga kependidikan berjumlah sekitar 25 orang, termasuk guru tetap, tenaga kebersihan, dan keamanan. Masih ada sekitar 6 tenaga pengajar yang berstatus belum tetap, sehingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi perhatian utamanya. VISI: PENDIDIKAN KEJURUAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan alasan memilih jalur pendidikan kejuruan dibandingkan pendidikan umum murni. Ia terinspirasi dari pengamatan terhadap sistem pendidikan di Malaysia dan Singapura, di mana lulusan SMP langsung dibekali pelatihan kerja selama 2 tahun dengan sertifikat nasional. “Di SMK kita, teori masih terlalu banyak. Padahal yang utama adalah ruang praktik. Jika SMK tidak punya ruang praktik yang memadai, yang terjadi adalah pembodohan masyarakat — lulusan sudah dibekali biaya dan waktu, namun tidak siap kerja. Ruang praktik adalah nyawa pendidikan kejuruan,” tegasnya. Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait alokasi dana pendidikan. Bahkan sekolah negeri pun sangat bergantung pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang per siswa per tahunnya hanya sekitar Rp1.800.000. Jika dibagi per bulan, jumlahnya sangat terbatas untuk menunjang seluruh kebutuhan pendidikan. Sebagai anggota komite di salah satu SMA Negeri di Kota Bogor, ia menyaksikan langsung betapa beratnya beban yang ditanggung sekolah. KETULUSAN DAN SINERGI UNTUK BOGOR Di tengah segala kesibukan mengajar, memimpin lembaga pendidikan, dan mengurus organisasi BMPS, Dr. Mohammad Sulaiman tidak pernah lupa menjaga kedekatan dengan pemerintah daerah. Ucapan selamat ulang tahunnya kepada Bupati Rudy Susmanto bukan sekadar formalitas, melainkan wujud sikap yang selalu ia pegang: bahwa kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor tidak bisa berjalan sendiri — butuh dukungan pemerintah, butuh kolaborasi yang erat, dan butuh sikap saling menghargai antar pemangku kepentingan. “Saya berharap Bapak Bupati senantiasa sehat dan kuat memimpin. Kami dari dunia pendidikan swasta siap bersinergi, siap berkolaborasi, demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor yang lebih baik lagi,” pungkasnya. Reporter: Johan Sopaheluwakan
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.