Faktual. Net, Tidore. Dalam rangka mematangkan agenda bertaraf Internasional yakni Global Network Maghelan Cities (GNMC) pada tahun 2021 mendatang, Saat ini Tidore telah menjadi perhatian Dunia. Buktinya pada tanggal 15-18 Juli 2019 mendatang, Tidore telah menjadi tuan rumah pertemuan GNMC yang nantinya akan dihadiri oleh 20 negara dan 25 Kota di dunia yang merupakan bagian dari Anggota jaringan Global Kota Maghelan.
Menurut Sekertaris Daerah Kota Tidore kepulauan Asrul Sani Soleman, mengatakan bahwa kegiatan ini ditanggulangi oleh Kementrian Luar Negeri, sehingga pada tanggal 15 Juli 2019 akan dilakukan Seminar Internasional yang berpusat di Sari Pan Pasific Hotel Jakarta. sementara pada tanggal 16 Juli 2019 peserta akan bertolak ke Tidore untuk membahas terkait dengan napak tilas 500 tahun mengelilingi dunia yang dilakukan oleh Ferdinan Maghelan dan Juan Sebastian El Cano.
“Kegiatan di Jakarta ini, DPRD Kota Tikep juga diundang secara keseluruhan untuk menghadiri seminar,” ujarnya dihadapan DPRD Kota Tikep saat melakukan rapat bersama Kamis, (4/7/19) yang bertempat di ruang sidang DPRD Kota Tikep.
Sementara untuk persiapan tekhnis pertemuan di Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 16 Juli, pihak Pemerintah Daerah Kota Tikep hanya sebatas menyiapkan langkah tekhnis berupa penjemputan tamu yang sumber anggarannya dari Pemda, dan melakukan Pameran yang sumber anggarannya dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tikep senilai Rp. 300 Juta. hal ini dilakukan karena sejauh ini Pemerintah Kota Tikep telah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi dalam hal pembagian tugas, sehingga kegiatan ini juga dibantu oleh pemerintah Provinsi dimana pemrove menanggulangi kebutuhan penanganan semua tamu melalui ternate dan penggunaan kapal cepat serta transportasi darat yang anggarannya kurang lebih 1 Milyar.
“Pertemuan ke 10 GNMC ini Indonesia punya kepentingan diantaranya mempromosikan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara Maritim, terjalin peningkatan hubungan kerjasama strategis Indonesia dengan negara Anggota jaringan GNMC di bidang Perdagangan, Pariwisata dan Investasi, tersusunnya Konsep Indopasific sebagai Platfom untuk mempromosikan potensi ekonomi, sosial budaya pariwisata Indonesia, Maluku Utara dan Tidore, serta menjalin penguatan kerjasama dibidang ekonomi tekhnologi dan Ilmu Pengetahuan dengan anggota GNMC termasuk tiga negara di eropa yakni Portugal, Spanyol dan Italia, jadi Indonesia memanfaatkan pertemuan ini karena ada kepentingan dengan masyarakat eropa serta kepentingan dengan Amerika terkait pengembangan Ekonomi Dunia,” jelasnya.
Mendengar apa yang kemudian dipaparkan oleh Sekda, DPRD Kota Tidore Kepulauan melalui Ketuanya Anas Ali mendukung sepenuhnya terkait dengan kegiatan tersebut, hanya saja ada beberapa masukan yang harus menjadi perhatian pemkot dalam rangka mensukseskan agenda GNMC 2010, yakni pembebasan lahan di areal pelabuhan rum, penelitian mengenai situs sejarah, pemanfaatan hasil bumi berupa cengkeh dan pala, serta mengusulkan kebutuhan ke Pemerintah Pusat melalui kementrian terkait untuk kebutuhan Kota Tidore Kepulauan.
Dan menariknya, pada tanggal 20 September 2019 nanti, Walikota Kota Tidore Kepulauan didampingi Ketua DPRD Tikep akan diundang secara resmi ke Sevilla untuk dilakukan proses pelepasan Cirkumnavigation atau napak tilas 500 Tahun mengelilingi dunia, dan napak tilas itu akan berahir di tidore pada September 2021 mendatang.
Reporter : Aswan Samsudin
















