Faktual.net, Bandung, Jawa Barat – STT IKAT Jakarta dan Universitas Maranatha Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Nara sumber tunggal Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH., M.Sc., Ph.D., yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Universitas Maranatha, Jl. Surya Sumantri No 65, Sukawarna, Kecamatan Sukajadi Bandung, Jawa Barat pada Rabu (12/7/2023).
Kerjasama kedua Perguruan Tinggi tersebut menggandeng Tim Misi Nomensen, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Barat, Sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP), dan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPD-PIKI) Provinsi Jawa Barat, dengan mengusung tema: “Generasi Unggul Majukan Bangsa Menuju Indonesia Emas”.
Acara dibuka dengan penampilan angklung Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) dan Vocal Group Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Ketua PGIW Jawa Barat, Pdt. Roosevelt. H. L. Tobing, S.Th., M.A, dalam sambutan pembuka menuturkan generasi muda saat ini adalah generasi muda gereja yang akan memimpin di masa mendatang.
Roosevelt menyampaikan kiranya melalui tema yang diangkat diharapkan dapat memberikan suatu pendidikan berwawasan kebangsaan bagi para pemangku kepentingan di gereja.
“Seminar ini berguna bagi generasi muda, fungsionaris dan aktivis gereja, dan keluarga-keluarga kristen Bagaimana kita memperlengkapi dan mempersiapkan generasi unggul yang berwawasan kebangsaan Indonesia,” ujar Roosevelt.
Roosevelt juga mengungkap bagaimana nilai keteladanan dapat ditiru dari sosok Yasonna Laoly, yang merupakan kader gereja dan kini dipercaya sebagai Menkumham RI selama dua periode di kabinet kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Sementara itu Yasonna mengatakan, “Produk didikan gereja yang mesti dijadikan role model oleh para pemimpin gereja untuk mempersiapkan generasi mendatang,” paparnya.
Lebih lanjut Yasonna mengatakan, “Maka bagaimana kita mempersiapkan generasi ini agar berguna bagi bangsa dan negara di masa mendatang,” tambahnya.
Yasonna juga menyampaikan kondisi Indonesia terkini yang sedang mempersiapkan diri menjadi sebuah negara maju pasca melewati covid-19, di waktu yang sama pula sekaligus diperhadapkan dengan tantangan ekonomi global yang makin kompleks.
Menurutnya menciptakan generasi emas menjelang usia 100 tahun Republik Indonesia, di tahun 2045, harus didukung dengan cara mempersiapkan generasi berstandar Sumber Daya Manusia yang unggul dan memiliki perspektif global. Apalagi Indonesia juga akan menjelang kondisi dengan bonus demografi terjadi dan diprediksi akan menjadi sebuah negara dengan kekuatan ekonomi nomor 5 di dunia.
“Banyak tantangan tentunya, kalau kita tidak bisa melewati tantangan tersebut maka mimpi Indonesia emas tidak dapat terwujud,” ujarnya.
Yasonna juga menyinggung kondisi dunia saat ini yang tengah mengalami percepatan pengembangan teknologi, khususnya teknologi digital, di era Revolusi Industri 4.0.
Menurutnya generasi muda Indonesia sedang diperhadapkan dengan kecepatan akses informasi melalui gawai di tangan mereka, sehingga diperlukan langkah bijak dalam pengelolaannya.
“Everything is digital, dan zaman Indonesia emas, adalah zaman di mana persaingan soal penguasaan kecepatan dalam hal teknologi digital,” ungkapnya.
Yasonna juga mengingatkan pesan Presiden Jokowi soal perlunya mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, melalui dunia pendidikan.
Diperlukan cita-cita yang tinggi, inovasi, juga budaya kerja keras dalam mewujudkannya.
“Waktu berubah, maka kita juga harus berubah karenanya. Maka kreativitas dan inovasi menjadi sangat penting. Integritas juga sangat penting dalam menentukan semua ini,” tambah lulusan Virginia Commonwealth University dan North Carolina University, itu.
Yasonna menambahkan lagi tantangan yang masih harus dihadapi bangsa Indonesia ke depan, di antaranya stabilitas politik, partisipasi masyarakat, pemberantasan korupsi, perancangan kebijakan publik yang efektif, juga tantangan dalam hal pluralisme maupun kebinekaan.
Akhirnya Yasonna mengajak generasi muda untuk mulai mengidentifikasi potensi diri sejak dini, dan mulai berfokus untuk menjawab tantangan.
“Kalian yang akan memimpin bangsa di masa depan, generasi kami yang bertugas mempersiapkan jakan bagi kalian,” ujarnya.
Seminar Nasional “Generasi Unggul Majukan Bangsa Menuju Indonesia Emas” dihadiri oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU; Rektor STT IKAT, Dr. Jimmy. M. R. Lumintang, MA, juga mantan Irjen Kementerian Hukum dan HAM, Samuel. L. Tobing.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Pdt. Abdon Amtiran, M. Th. R.P.
Dan tentunya foto bersama dan ramah tamah menjadi penutup acara tersebut membuat suasana semakin semarak. Yasonna yang merupakan “Sosok Pemimpin Nasrani Unggul” patut menjadi figur yang diteledani generasi muda, nampak sedikit disibukkan dengan peserta Seminar Nasional yang hendak berfoto bersama tatkala keluar dari auditorium Universitas Maranatha.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















