oleh

Dipimpin Dr Eng Lukas Kano Mangalla, Tim KKN Tematik UHO Sosialisasikan Penerapan Tirai Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Konsel

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik telah diselenggarakan oleh Universitas Halu Oleo (UHO) tahun 2020. KKN Tematik tahun ini mengusung tema sentral “Penanggulangan Penyebaran Wabah Covid-19”. Salah satu KKN Tematik yang telah terselenggara adalah KKN Tematik di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai 12 Juni-11 Juli 2020.

Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST., MT yang diamanahkan oleh Universitas Halu Oleo (UHO) selaku ketua Tim Dosen Fakultas Teknik UHO kepada faktual.net mengatakan bahwa terkhusus Desa Pambulaa Jaya, tema yang diangkat lebih spesifik yakni “Sosialisasi dan Penerapan Tirai Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Rumah atau di Atas Kendaraan Ambulance”.

Pria yang menjabat sebagai sekretaris Badan Kemitraan Global (BKG) UHO ini menjelaskan maksud dari penerapan Tirai Isolasi Mandiri adalah sebagai sarana pelindung bagi pasien Covid-19 yang aman digunakan oleh pasien dan keluarga yang membantu pasien dalam proses isolasi mandiri dirumah.

Dr. Eng, Lukas Kano Mangalla, ST, MT bersama Tim dan Mahasiswanya Saat Memaparkan Keunggulan Tirai Isolasi Mandiri

“Di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini banyak masyarakat terkena gejala penyakit Covid-19 yakni batuk kering, bersin-bersin, sesak napas dan kepala pusing. Ketika masyarakat mengalami gejala ini maka tidak jarang masyarakat yang takut ke rumah sakit/puskesmas untuk berobat atau sudah ke rumah sakit rujukan tetapi rumah sakit tersebut kapasitasnya penuh, sehingga solusi alternatifnya adalah isolasi mandiri di rumah,” ucap Lukas sapaan akrabnya pada Rabu, 22/7/2020 di Kendari.

Baca Juga :  Honor GTT Dibawah Rp 1 Juta, Kepala Sekolah Bisa Kena Sanksi

“Untuk melakukan isolasi mandiri dibutuhkan suatu alat pendukung dalam penanganan pasien agar keluarga terdekat tidak tertular dengan penyakit ini,” ucapnya lebih lanjut dengan menambahkan bahwa salah satu sarana alat pendukung tersebut adalah Tirai Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang disosialisasikan oleh Tim Dosen bersama mahasiswa KKN Tematik 2020 di Desa Pambulaa Jaya.

Murah dan Sederhana

Saat pemaparan di depan aparat desa dan masyarakat Pambulaa Jaya, Lukas Kano Mangalla menyampaikan bahwa peralatan Tirai Isolasi ini sangat efektif dalam mengisolir atau melokalisir droplet yang dikeluarkan oleh pasien Covid-19 saat batuk atau bersin. Droplet tersebut dapat diisolir dengan adanya tirai yang melingkupi sang pasien sehingga tidak menyebar ke anggota keluarga atau tenaga medis yang merawatnya.

Skema Konstruksi Tirai Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

“Alat ini sangat efektif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menanggulangi penyebaran penyakit Corona yang sedang mewabah di masyarakat. Konstruksi yang sederhana dan bahan yang murah memungkinkan bagi masyarakat luas menggunakannya secara gratis. Selain untuk isolasi mandiri di rumah, alat ini juga dapat digunakan pada saat pasien yang dibawah ke rumah sakit menggunakan kendaraan ambulance atau kendaraan pribadi,” kata Dosen yang menyelesaikan S3 pada Jurusan Inovasi dan Teknologi di Universitas Kanazawa Jepang.

Baca Juga :  Walikota Tidore Serahkan Sejumlah Bibit Pala Dan Cengkeh Ke Petani

Dr. Eng, Lukas Kano Mangalla mengurai konstruksi alat ini yang terbuat dari pipa paralon ½ inchi dengan beberapa sambungannya. Tirai yang menutupinya dapat menggunakan kain transparan seperti kain dalaman dari Gorden jendela yang banyak didapati di pasar dan toko kain atau Gorden. Ukuran panjang dan lebar dari rangka tirai isolasi ini dapat menyesuaikan dengan ukuran ranjang dari si pasien. Untuk menjaga agar kain tirai tidak jatuh maka dibutuhkan alat penjepit kain pada bagian rangka pendukung.

Mahasiswa KKN Tematik Desa Pambulaa Jaya Saat Merakit Rangka Tirai Isolasi Mandiri

“Komponen utama dari Tirai Isolasi Mandiri ini adalah rangka pendukung yang terbuat dari pipa paralon sedangkan tirai yang digunakan adalah kain transparan yang ukuran meshnya rapat atau kecil. Penggunaan kain tersebut dimaksudkan untuk melokalisir droplet yang dikeluarkan pasien saat batuk atau bersin. Dengan konstruksi yang  murah dan sederhana maka Tirai Isolasi diharapkan dapat melindungi masyarakat luas dari penyebaran virus Corona ini,” tutupnya.

informasi yang dihimpun faktual.net, KKN Tematik UHO di Desa Pambulaa Jaya kali ini dilakukan oleh Tim Dosen Fakultas Teknik UHO yang diketuai oleh bapak Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST., MT dengan anggota yaitu Dr. Eng. Minson Simatupang, Ir. Samhuddin M. PW, Ir Kadir MT dan Abdul Kadir, ST., MT., bersama 23 orang mahasiswa.

Reporter : Aco RI

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :