oleh

Seminar dan Gathering Building Engineering (BEA) Indonesia

Faktual.Net, Jakarta. Building Engineer Association (BEA) Indonesia adalah organisasi profesi non profit pengelola bangunan gedung baik hotel, perkantoran, apartemen/condominium, mall, sekolahan dan gedung lainnya yang berpotensi mengganggu keselamatan kerja bagi pengguna.

Building Engineer Association (BEA) Indonesia berdiri di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2009 dengan Ketua Umum pertama Ir. Djohari Tatang. Awalnya BEA Indonesia hanya perkumpulan ahli  tehnik khususnya tehnik  perawatan gedung di Jakarta namun akhirnya berkembang se Jabodetabek bahkan saat ini sudah merambah ke luar Jawa termasuk juga Kalimantan.

Dalam perkembangannya BEA Indonesia terus menata organisasi dalam meningkatkan kinerja dan kualitas anggota dengan menggelar Rapat Kerja Nasional Rakernas I tepatnya 11 Februari 2012 dan Rakernas II  16 Januari 2016 di Sentul Jawa Barat, Rakernas berikutnya Februari 2019 yang baru beberapa bulan yang lalu.

Kegiatan Organisasi profesi  nirlaba ini mula-mula mengadakan giat gethering dengan tema ” BEA moving Foward” pada 14 Maret 2009 di Jakarta dengan dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai pengelola gedung. Hingga tahun 2019 ini BEA Indonesia  sudah tercatat  21 kali mengadakan gathering.

Suasana Seminar BEA di Hotel Holiday Inn, Jakarta

BEA Indonesia medio Juli 2019 ini sudah mempunyai anggota resmi 618 aktif dan 200 anggota aktif yang belum terdaftar. Tepatnya 20 Juli 2019 BEA kembali menggelar acara Seminar dan Gathering dengan tema : ” The Importance of HSE in the Building Management” di Hotel Holiday Inn kawasan Gajahmada Jakarta.

Mardi Utomo Ketua Umum BEA periode saat ini menyampaikan,  “Sedikitnya 3 kali dalam setahun kegiatan Seminar dan Gathering ini diadakan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggugah kepeduliaan masyarakat serta  meningkatkan kinerja  anggota BEA khususnya keselamatan dan kenyamanan kerja,” katanya.

Baca Juga :  FWJ Indonesia dan ACT Berkolaborasi Berbagi Qurban pada Idul Adha 1442 H

Selain kegiatan di atas BEA juga mengadakan kegiatan sosial dengan memanfaatkan CSR (Coorporate Social Responsibility) dengan merenovasi Rumah Singgah Kanker di Slipi. “Intinya BEA ingin berbuat untuk umat,” ujar alumni ISTN Jakarta ini.

Bahwa tugas menciptakan rasa aman di lingkungan gedung bukan hanya tugas pemerintah tapi menjadi tugas kita semua, selama ini orang hanya memahami bahwa dalam gedung itu hanya ada bahaya kebakaran, padahal banyak juga potensi bahaya yang lain, kita pernah dengar di Jakarta ini ada asap. BEA merupakan organisasi pengelolaan tehnik perawatan gedung yang lebih kompleks dan fleksible ujar bapak dari 3 putri ini.

Kegiatan seminar ini juga bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah atau silaturahmi dan meningkatkan skill member/anggota BEA karena masing-masing anggota disibukkan oleh rutinitas dan pekerjannya lanjut pria kelahiran Malang  ini.

Masih menurut  Mardi Utomo Ketua Umum BEA sejak tahun 2016 dan saat ini memasuki periode kedua,  “Target dari penyelengaraan kegiatan ini adalah bahwa member/anggota setelah kembali ke tempat kerjanya bisa melakukan assessment atau penilaian tentang sejauh mana anggota memahami tugas dan fungsinya dalam pengelolaan dan perawatan gedung yang aman dan nyaman untuk semua. Selain member se Jabodetabek acara ini juga dihadiri oleh member dari Palembang, Bali dan  Kalimantan.

Baca Juga :  Polda Jateng Bersama Kodam IV Diponegoro, Gelar Apel Malam Dan Patroli Bersekala Besar
JImmy, Koordinator Pelatihan dan Pengembangan BEA

Dalam seminar ini Nara Sumber yg dihadirkan adalah Dr. Ir Andrianus Pangaribuan, MT, CFF( Building Forensik) adalah dosen Pascasarjana Universitas Indonesia sekaligus paktisi fire safety untuk gedung, Drs. Sukiyo M, M.Pd.  (Stankom) adalah Direktur Standar dan Kompetensi Kemenaker RI, serta para pendukung, karena selain Seminar acara ini juga dibarengi dengan pameran multi produk khususnya yang berkenaan dengan pengelolaan dan perawatan gedung, seperti Philips, PT Ganebu, PT Rajawali dan sebagainya.

Menurut  Christoporus yg merupakan Humas BEA Indonesia, selama BEA Indonesia sudah bekerjasama dengan Assosiasi Profesi lain baik Nasional maupun Internasional seperti ACE (Asosiasi Chief Engineers), ASATHI (Asosiasi Ahli Tehnik Hotel Seluruh Indonesia, METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia), ASHRAE Chapter Amerika Serikat, PII (Persatuan Insinyur Indonesia) serta produsen maupun instansi pemerintah seperti Dirjen EBTKE, GBCI, Kementrian ESDM dan Dinas Kebakaran DKI, bahkan BEA Indonesia siap bekerja dengan lembaga  dan instansi lain dalam meningkatkan peran dan fungsi BEA untuk kemaslahatan umat.

Sementara itu Jimmy yang  merupakan representasi dari kalangan milenial yang juga Koordinator Pelatihan dan Pengembangan BEA Indonesia, sedikitnya 3 kali dalam setahun bidang Pelatihan dan Pengembangan melaksanakan kegiatan. Lebih lanjut Jimmy mengatakan, “Kaena latar belakang tehnik yang berbeda-beda maka dibentuklah BEA Indonesia yang merupakan solusi perawatan gedung yang bisa menciptakan rasa aman bagi para pengguna,” pungkasnya.


Reporter : Johan Sopaheluwakan / Priyono JA

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :