Faktual.net – JAKARTA – 01 November 2026 – Di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan siapa saja memproduksi konten, kepercayaan tetap menjadi pembeda utama antara jurnalis dan pembuat konten. Pesan itulah yang disampaikan Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) dalam peringatan HUT ke-27 IPJI yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.
“Teknologi bisa dibeli, tetapi kepercayaan harus dibangun,” demikian salah satu pesan Ketua Umum IPJI dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan membuat konten bukan lagi sesuatu yang hanya dimiliki kalangan jurnalis. Namun, kepercayaan publik tidak bisa diperoleh begitu saja. Kepercayaan harus dibangun melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab dan konsisten.
Selain menjaga kepercayaan, Ketua Umum IPJI juga mengajak para jurnalis untuk tidak takut menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Jangan takut pada AI. Yang perlu ditakuti adalah ketika kita berhenti belajar. Jurnalis yang menguasai AI tidak akan tergantikan atau tergerus oleh AI,” pesannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi justru harus menjadi dorongan bagi insan pers untuk terus meningkatkan kemampuan. AI perlu dipahami dan dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan dianggap sebagai ancaman yang membuat jurnalis berhenti berkembang.
Ia juga mengajak seluruh anggota IPJI untuk memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik tidak dapat dihadapi dengan berjalan sendiri-sendiri.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IPJI turut mengingatkan semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu bangsa melalui Sumpah Pemuda. Memasuki usia 27 tahun, IPJI diharapkan terus menjaga semangat tersebut dalam menjalankan pengabdian bagi pers Indonesia.
Peringatan HUT ke-27 IPJI dan Rakernas 2026 ini dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., bersama sejumlah pejabat pemerintah, perwakilan kementerian dan lembaga, tokoh nasional, pimpinan organisasi pers, serta pengurus IPJI dari berbagai wilayah Indonesia.
Hadir pula Ketua Dewan Kehormatan IPJI Mayjen TNI (Purn.) Drs. Hendardi Supandji, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Trisakti Robby Yuliansyah, serta Ketua Dewan Penasihat IPJI Dr. H. Dorman Susatyo, S.E., S.H., M.B.A.
Dari unsur kementerian dan lembaga, tampak hadir Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Oik Oemarsono; Kepala Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Dr. Yusuf Irwan, S.Ag., M.I.Kom.; Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Dr. Agung Nugroho, S.H., M.H.; serta Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) S.S. Ajimantoro.
Perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga hadir melalui Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Sejumlah pimpinan organisasi pers dan mitra turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum PWOI Harun, S.T., S.H., M.H., Ketua Umum PION Indonesia A.Y.S. Prayogi, Presiden Aspek Indonesia Mira Sumirat, serta Ketua Umum GPIB Ir. Aguska.
Dukungan terhadap pelaksanaan acara juga diberikan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Trisakti, Robby Yuliansyah, yang menyediakan sekaligus memfasilitasi gedung tempat berlangsungnya kegiatan.
Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan pesan tentang kebahagiaan yang lahir dari kesederhanaan. Pesan tersebut menjadi pengantar peringatan perjalanan IPJI yang telah memasuki usia 27 tahun.
Selain menjadi perayaan hari jadi, Rakernas 2026 menjadi ruang konsolidasi bagi pengurus pusat dan wilayah untuk membicarakan perjalanan serta arah organisasi ke depan.
Di tengah perubahan lanskap media, pesan Ketua Umum IPJI menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab jurnalistik. Sebab, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup apabila tidak disertai integritas dan kepercayaan publik.
Dua puluh tujuh tahun perjalanan IPJI pun menjadi momentum untuk kembali menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga kepercayaan dan mengembangkan kualitas insan pers Indonesia.
Reporter : Johan Sopaheluwakan/Irvan Munir













