Faktual.net – Jakarta Barat, DKI Jakarta – Minggu, 22 Februari 2026 – Acara penutup perayaan Imlek Tahun Kuda Api 4724 di Wihara Ekayana Arama pada hari Minggu (22/2) dihadiri lebih dari 2000 umat Buddha. Rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak akhir Januari tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga ajang untuk mempersiapkan komunitas dalam menghadapi kondisi unik tahun depan dimana beberapa hari raya agama besar akan jatuh berdekatan.
Bhante Nyanagupta Sthawira menyampaikan bahwa situasi hari raya yang berdekatan pada 2027 – dengan Imlek pada 6 Februari, Nyepi 9 Maret, Idul Fitri 10-11 Maret, dan Waisak 20 Mei – menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarumat beragama. “Nilai-nilai saling menghargai yang kita tanamkan dalam perayaan Imlek ini akan menjadi pondasi yang kokoh untuk menjaga kerukunan saat hari raya berlimpah tahun depan,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam Talkshow Dharma Special Imlek, Y.M. Biksu Nyanaprathama Mahasthawira, Y.M. Biksu Nyanabhadra Sthawira, dan Koko Febrian Temansjah membahas bagaimana prinsip-prinsip Buddha seperti menanam karma baik dan hidup berkesadaran dapat diterapkan tidak hanya untuk kesejahteraan pribadi, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarumat.
Perayaan dimulai dengan penyalaan pelita pada 28 Januari, diikuti ritual keagamaan pada 17 Februari dan acara Kong Fo Cai Tien pada 21 Februari. Pada sesi penutup, umat tidak hanya memanjatkan doa syukur, tetapi juga bertekad untuk menjadi ujung tombak dalam memelihara keharmonisan masyarakat.
Reporter: Sudarso

















