Faktual.Net, Bogor, Jabar. Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) tahun 2020 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbilang sukses. Kegiatan yang terselenggara di Sentul International Convention Center, Bogor pada Selasa 4 Februari 2020, dihadiri oleh ribuan relawan.
Menurut Doni Monardo selaku kepala BNPB bahwa data dari panitia Rakornas, pada acara ramah tamah di Graha BNPB, Rabu, 5 Februari 2020, tercatat kurang lebih 5.500 orang relawan hadir pada acara Rakornas tersebut.
Dikatakan Doni Monardo bahwa sinergi antara BNPB dan para relawan menjadi sebuah keharusan, bahkan secara tegas disampaikan bahwa bersinerginya BNPB dengan para relawan, menjadi wujud nyata kearifan lokal Indonesia yakni semangat saling membantu dan gotong royong.
Relawan tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, baik dari Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jabodetabek, dan daerah lainnya. Juga berasal dari berbagai lembaga dan instansi yang selama ini aktif ketika terjadi bencana.
Kepada media, Maya Sandra yang mengurusi pendataan relawan dibawah Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (Squad PBI), sebanyak 544 orang relawan dari 66 lembaga yang berada dibawah koordinasi Squadj PBI ikut hadir pada Rakornas tersebut.

“Kehadiran relawan tersebut sebagai bentuk partisipasi Squad PBI dalam mendukung kegiatan penanggulanan bencana dibawah BNPB, baik dalam respon tanggap darurat seperti di Lombok, Palu, Bogor, Banten, serta dalam berbagai kegiatan diluar respon tanggap darurat”, kata Maya.
Wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter tersebut mengatakan bahwa Squad PBI, dibentuk pada tanggal 28 April 2017, dengan tujuan ; sebagai wadah bagi lembaga, komunitas, organisasi dan relawan kemanusiaan serta sebagai sarana bertukar informasi terkait hal-hal yang berhubungan dengan misi dan visi lembaga.
“Sampai saat ini, ada sekitar 86 lembaga yang bergabung dalam Squad PBI dengan ribuan orang anggotanya tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Khusus untuk yang di Jabodetabek, diantara lembaga saling bersinergi ketika terjadi bencana dan menjadi mitra BPBD setempat. Selain itu dalam setiap kegiatan dengan BNPB, kami selalu berkoordiniasi dengan Direktorat Kesiapsiagaan, khususnya Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, dibawah Komando, Pangarso Suryotomo atau yang biasa dipanggil Pak Papang”, tutup Maya Sandra.
Reporter : Lili Judiarti/WS
















