Faktual.Net, Butur, Sultra – Mengenai rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Calon Kepala Daerah (Cakada) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buton Utara (Butur) 2020, sampai saat ini masih simpang siur.
Beranjak dari isu yang beredar, kedua Pasangan Calon (Paslon) antara Ridwan Zakariah (RZ-AHALI) dan Aswadi-Fahrul (ASRUL) saling mengklaim untuk mendapatkan Rekomendasi dari Partai berlambang pohon Beringin itu.
Hal itu terlihat jelas saat penjemputan RZ-AHALI pada (25/7) beberapa hari lalu, memunculkan reaksi kader Golkar untuk mencabut semua bendera sepanjang jalan masuk kota Ereke yang memang dipersiapkan untuk penjemputan tersebut.
Menyikapi soal itu, Laode Aca selaku Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Golkar Butur mengatakan bahwa DPP Golkar saat ini belum mengeluarkan rekomendasi untuk Paslon yang akan bertarung pada 09 Desember mendatang.
“Kalau kemarin ada pencabutan bendera itu adalah reaksi kader, bahwa rekomendasi RZ-AHALI dari DPP belum dipegang oleh DPD I dan DPD II. Dan pemasangan bendera tidak boleh dipasang kalau belum ada intruksi DPD II,” jelasnya pada awak media lewat via seluler teleponnya. Senin (27/7/2020).
Lanjut, ia juga mengatakan bahwa DPP Golkar saat ini masih mempertimbangkan kepada siapa yang akan direkomendasikan pada Pilkada serentak 2020 yang memang dinilai memiliki peluang besar untuk menang.
“DPD II itu sebelumnya memperjuangkan Aswadi, karna Aswadi dianggap mampu membesarkan partai apalagi dia kader sehingga saat ini DPP masih mempertimbangkan itu,” jelasnya.
Terakhir, ia menghimbau kepada kader Golkar yang ada di Butur untuk tetap bersabar menunggu keputusan DPP yang sebelumnya telah diputuskan secara lisan kepada Paslon RZ-AHALI.
“Karena sampai sekarang Aswadi dan Fahrul masih melakukan upaya-upaya komunikasi untuk mengambil rekomendasi itu,” pungkasnya.
Reporter: Zahirudin















