Rastra Di Desa Borimasunggu Gowa Berbulan-Bulan Tidak Dibagi

68

Faktual. Net, Gowa, Sul Sel. Beras Sejahtera (Rastra) di desa Borimasunggu, Gowa menjadi keluhan warga, pasalnya sudah berbulan-bulan tertampung di kantor desa tanpa ada kejelasan kapan dibagi.

Menurut DR (inisial) salah seorang tokoh masyarakat desa mengatakan bahwa Rastra yang ada di kantor desa itu sudah ada beberapa karung yang rusak dan sudah tidak layak untuk dikomsumsi karena sudah terlalu lama ditampung dikantor desa.

DR berharap agar Rastra atau sembako yang ada di kantor desa tersebut secepatnya dibagikan kepada warga karena kalau disimpan terlalu lama takutnya akan semakin bertambah yang rusak. Selain itu dia harapkan agar Rastra ini jangan jadi komoditas politik dimomemtum pilkades.

Dijumpai secara terpisah oleh faktual.net dirumahnya pada Jum’at, 19/10/2018 kepala desa Borimasunggu Zakaria mengatakan bahwa beras tersebut belum dibagikan karena jumlahnya belum cukup.

Baca Juga :  Bupati Konsel Harap Pemerintah Koltim Tingkatkan Pelayanan

“Beras tersebut kurang 22 karung, penerima beras 52 kepala keluarga sementara beras tersebut yang didatangkan 5 Juni 2018 lalu tersebut hanya berjumlah 30 karung,” kata kepala desa yang sedang cuti ini karena mengikuti kontestasi pilkades 2018.

Plank Desa Borimasunggu

Dijelaskan bahwa waktu beras tersebut diantar pada 5 Juni 2018 lalu, dia tanyakan ke pengantar mengapa berasnya cuma 30 karung, kata pengantar jelas Zakaria bahwa 22 karungnya akan menyusul.

“Waktu itu pengantaran bilang akan menyusul 22 karung, tapi sampai sekarang tidak datang-datang” keluh Zakaria. Masih dengan Zakaria bahwa baru-baru ada Rastra yang datang tetapi saya tidak tahu untuk bulan berapa karena saya lagi cuti.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

“Saya cuti sampai tanggal 28 Oktober 2018, saat ini sekretaris desa Muhammad Amin yang menjabat pelaksana harian” katanya.

Saat dikonfirmasi, sekretaris desa Muhammad Amin mengatakan dirinya bingung terkait ini Rastra. “Saya sebenarnya serba salah karena kalau dilihat jatah penerima bantuan hanya 52 orang penerima sesuai data, sementara jumlah kk didesa ini 500 kk, selain itu data 52 orang ini sebagian sudah tidak memenuhi syarat,” ucap sekdes tersebut.

Pantauan media, dikantor desa masih menumpuk puluhan Rastra yang belum dibagi. Setiap karungnya tertera kemasan 15 kg dan 10 kg, kemasan 10 kg ditulis dengan spidol.

Penulis : Saenal

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :