Rakor Program Readsi, Satukan Persepsi

100

Faktual.Net, Kendari. Sultra. Pertemuan Rapat Koordinasi Program Rural Empowerment and Agricultural Develepment Scaling Up Innitiative (READSI) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, melibatkan pelaksana program dan mitra READSI, Selasa 29/10/2019, bertujuan menyamakan persepsi dan sinergis pelaksana program tingkat provinsi dan kabupaten.

Dr. Ir. Mazhfia Umar Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan & Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menekankan sinergitas saat implementasi program. “Sinergitas semua pelaksana dan mitra program di lapangan dibutuhkan untuk mencapai tujuan READSI,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, tujuan program READSI sangat mulia yaitu memberdayakan masyarakat, bersama bekerja dan berkolaborasi. Petani sudah banyak kenal teknologi, tapi tidak berkelanjutan, disebabkan tidak adanya sinergi, yaitu saat ada satu kegiatan, kegiatan lain dilupakan. “Dikegiatan READSI ini kita tau fungsi kita masing-masing sehingga kita bisa tau peran kita, ada persoalan dihadapi, lalu dikeluarkan formula mengatasinya,” lanjut Mazhfia Umar, sekaligus membuka kegiatan.

Baca Juga :  Kata Yahya Zaini dalam Menangkal Radikalisme

Sementara itu Nur Aisa Rauf Tenaga Ahli READSI Provinsi Sultra, turut menyampaikan harapan terbesar program yaitu terbangunnya sinergitas.

“Menuju sinergitas, tiap bulan dilakukan monev. Pelatihan-pelatihan nantinya berdasarkam kebutuhan petani, bukan pelatihan yang diarahkan dari atas,” ungkapnya.

Kegiatan Rakor READSI Sultra juga menghadirkan
Mitra Program READSI sebagai narasumber dari PT Mars Indonesia, Fajar Manajer Akademi Kakao. Ia berharap Program READSI terimplementasi dengan benar, mengukur suksesnya dengan produktivitas kakao meningkat, sehingga keberlanjutan industri kakao terjaga dan produksi bahan baku melimpah.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

Turut menjadi narasumber Deputy Manajer READSI Sultra Andi Syahrir, dalam pemaparannya mengungkapkan strategi pembangunan pertanian tingkat kecamatan dibawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, melalui pendekatan yang disingkat KOSTRATAN, merupakan optimalisasi tugas dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Program READSI di Sultra merupakan replikasi dari Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2008-2014 yang dianggap berhasil oleh Bappenas, sehingga dikembangkan pada enam provinsi di Indonesia termasuk di Sultra, meliputi tiga kabupaten yaitu Kolaka, Konawe dan Kolaka Utara. Bersumber dari pendanaan lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :