Faktual.net, Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Mitha nama panggilannya siang itu meski melalui media sosial akrab senantiasa merajut silaturahmi dan dialog antar agama pada Sabtu, (12/8/2022).
Mitha seorang ibu rumah tangga dengan seorang suami dan anaknya yang manis bernama Elsa.

Mereka pemeluk agama Hindu yang taat dengan menjalankan ibadahnya di Pura.
Dengan senyumnya yang manis ia berbagi pengetahuan tentang keragaman dan kehidupan beragama.
Mitha mengatakan, “Saya merasakan tentang kerukunan di Indonesia terasa rukun dan saling menghormati serta memaklumi antar umat beragama,” ujarnya.
Mitha juga memang merasakan sebelumnya saat ada penceramah radikal hampir memecah semua umat. Saya bersyukur Pemerintah Indonesia segera turun tangan,” tambahnya lagi.
Ia menjelaskan bahwa Umat Hindu adalah agama yang menjaga keharmonisan seluruh isi alam.
Mitha memberikan pemahaman tentang Konsep Tri Hita Karana, “Konsep Tri Hita Karana pertama adalah hubungan manusia dengan Tuhan, yang kedua hubungan manusia dengan seluruh umat dan yang ketiga adalah hubungan manusia dengan alam semesta beserta isinya,” urainya gamblang.
Itu baru salah satu konsep terkait Ajarkan Agama Hindu dan masih banyak lagi.
Berbicara tentang toleransi dan intoleransi Mitha menyinggung memang sempat mengkhawatirkan saat ada yang menebar berita kebencian saat dulu. Tetapi sekarang menurutnya iansudah lega dan merasa nyaman karena tercipta toleransi sehingga melahirkan kerukunan dan kedamaian.
“Agama Hindu memposisikan bahwa kita semua bersaudara atau biasa disebut vasudeva kuthumbakam. Dan juga dengan lebih meyakini kekuatan karma. Sederhananya karma itu selayaknya hukum hukum sebab akibat atau hukum tabir tuai.
Mitha berharap sebagai Umat Hindu dan sebagai anak bangsa terkait dengan kerukunan bangsa, “Tetap fokus ada keyakinan masing-masing, jalankan kegiatan sesuai normalnya saja. Saling mendukung setiap kegiatan yang bersifat positif serta menghormati perbedaan.
Itulah anjngsana dan silaturahmi dengan Mitha sebagai pemeluk Agama Hindu mempunyai prinsip dan ajarannya bagaimana ia dapat terapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















