oleh

Proyek Jembatan Tabbinjai Jeneponto Masih Pengecoran Manual, LPK Sul-Sel Menilai Cacat Mutu,

faktual,net, Jeneponto, Sulsel-Pengerjaan Proyek Pembangunan Jembatan Tabbinjai penghubung antara kecamatan Tamalatea dan Kecamatan Bontoramba, kabupaten Jeneponto di duga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Dalam pengerjaan pengecoran Abudment berlangsung tanpa diawasi oleh konsultan pengawas, pengecoran manual tersebut di kwatirkan mutu beton tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) Senin,(03/10/22).

Ketua LPK Sul-Sel Hasan Anwar didampingi oleh Media saat dilokasi tampak pekerjaan pengecoran Abudment Jembatan tersebut dalam proses pengecoran manual dan ada beberapa pekerja yang saling umpang ember kecil menuangkan beton kebekisting yang sudah di siapkan,

“Sebagai Lembaga Independen, ini sangat mengherankan. Proyek yang menggunakan anggaran milyaran masih menggunakan pengecoran manual.

Lebih lanjut, bagaimana hasil kualitas beton yang memakai pengecoran manual bukankah hal itu akan mengurangi mutu kualitas jembatan tersebut. Jelas Hasan Anwar,

“Hasan Anwar menilai konsultan pengawas dan PPTK tidak berada dilokasi mereka menjalankan tupoksinya tidak profesional hanya menghabiskan anggaran APBD saja.

Pekerjaan itu berlangsung tidak sesuai spek teknis, kuat dugaan adanya pembiaraan dalam pekerjaan itu supaya pihak rekanan pemborong bisa melakukan aksinya untuk meraup untung besar.

Seharusnya pada saat pelaksanaan kegiatan harus di dampingi oleh Konsultan Pengawas dan PPTK karena mereka sudah di bayar oleh negara melalui uang APBD.

Lanjut Hasan Anwar menjelaskan Pembangunan jembatan tabbinjai ini di kerjakan oleh rekanan pemborong dari CV.HIJRAH MANDIRI dengan nilai anggaran sebesar Rp.6.331.916.000 bersumber dari APBD Tahun 2022 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jeneponto yang diduga cacat mutu dan kualitas pekerjaan jika hanya dilakukan pengecoral manual,ujar Hasan Anwar,

Terpisah, kepada media pihak pelaksana dalam hal ini “Fiki” mengatakan, siap bertanggung jawab ketika dikemudian hari ada apa-apa dengan hasil pengecoran yang secara manual tersebut.

“Ia saya siap bertanggung jawab jika dalam rentang waktu lima tahun Jembatan tersebut ada apa-apanya, ujar Fiki

Sementara itu, salah satu warga sekitar SB mengatakan pada saat di wawancarai oleh wartawan mengatakan bahwa cara pengerjaan proyek besar seperti ini tidak masuk akal bahkan mutu dan kwalitasnya kami juga ragukan..ucap SB

Reporter: Pupung

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :