faktual.net, Makassar, Sulsel- Presiden Mahasiswa Universitas Muhmmadiyah Makassar (Presma), Ahmad Rafiq merespon terkait pembagian brosur penolakan pelanggaran HAM dan politik dinasti yang diduga tidak jelas asal usul praduga sumber informasinya.
Presiden BEM Unismuh Makassar menganggap aksi tersebut merupakan aksi yang tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengklaim atas nama mahasiswa yang tentunya aksi tersebut tidak dikonfimasi melalui lembaganya.
Menurutnya kejadian tersebut merupakan hal yang tidak dibenarkan menurut presiden Mahasiwa Unismuh Makassar terkait beredarnya berita yang menklaim mahasiswa Unismuh Makaassar terkait pelanggaran HAM dan penolakan politik dinasti tentu tidak dikaji bedasarkan data yang jelas sumbernya.
“Karena dalam narasi berita tersebut penyebar brosur ini tidak ingin disebutkan namanya, tentu aksi ini dilakukan oleh oknum yang ingin mencederai gerakan mahasiswa khusunya di lingkup Unismuh makassar,” ungkapnya Selasa, (16/01/24).
Ahmad Rafiq menjelaskan, gerakan aksi tersebut perlu dikaji lebih dalam dilakukan. Selain itu, aksi tersebut dianggap adanya black camping atau disebut kampanye hitam dengan wacana yang menibulkan perpecahan.
“Aksi ini dilakukan hampir di setiap kota, di seluruh indonesia sangat disayangkan gerakan yang mengiring kepada kepentingan salah satu Paslon calon presiden. hal ini, merugikan seluruh elemen mahasiswa terkait pengklaiman gerakan yang di lakukan oleh beberapa onknum yang tidak jelas identitasnya,” lanjutnya.
Presiden mahasiswa Unismuh Makassar mengajak seluruh Mahasiswa se-Indonesia terkhusus mahasiswa Sulawesi Selatan untuk tidak terlibat dalam isu dan gerakan aksi Black camping.
“Segala bentuk tindakan yang akan menimbulkan perpecahan yang melahirkan konflik,” tutupnya.
Editor: Anton
















