Faktual.net – JAKARTA – 02 November 2026 – Sebanyak 1.800 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polres Metro Jakarta Utara dan Brimob menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi.
Penggerebekan dimulai pukul 05.30 WIB secara serentak dari berbagai arah. Strategi unik dilakukan, sebagian personel bahkan masuk menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok agar target tidak kabur.
Operasi dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto dan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.
BARANG BUKTI YANG DISITA:
Dalam penggeledahan, petugas menyita:
– Sabu seberat ratusan gram
– Ganja
– Ribuan butir ekstasi
– 1 Unit Mesin Pencetak Ekstasi – diduga untuk produksi
– Alat pengemas narkotika, bong / alat isap sabu
– Senjata tajam (golok, celurit, pedang)
– Senjata api & air gun
– Uang tunai diduga hasil transaksi narkoba
Kata Kombes Bismo:
“Nah, juga dari lokasi itu berhasil kita amankan sabu, ya. Sabu itu ratusan gram, kemudian ada ganja, kemudian ada ekstasi ribuan butir, ya. Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi, ya. Kemudian ada sajam dan bong, ya, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba. Dan kita akan terus kejar bandar-bandar tersebut,“
PULUHAN DIAMANKAN:
Sebanyak 26 hingga 29 orang diamankan. Data awal Polda Metro Jaya menyebut 26 orang, kemudian update terakhir di lapangan menyebut 27-29 orang. Seluruhnya masih diperiksa Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menentukan peran sebagai bandar, pengedar, maupun pengguna.
Kapolda menegaskan Kampung Bahari adalah 1 dari 3 kawasan prioritas pemberantasan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya bersama Kampung Ambon dan Kampung Boncos.
Operasi masih terus dikembangkan untuk memburu bandar besar yang melarikan diri.
#PoldaMetroJaya #KampungBahari #Narkoba #TanjungPriok
Reporter : Linna













