faktual.net,Takalar,Sulsel – Jalan poros menuju Kantor Bupati Takalar lumpuh total, Senin (02/11/2026) hari ini. Ratusan massa yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB Hipermata) menduduki badan jalan dan menggelar aksi besar-besaran menuntut Evaluasi Kinerja Kepemimpinan Bupati Takalar.
Aksi yang merupakan hasil konsolidasi di sebuah warkop di Makassar beberapa hari lalu itu, berlangsung sejak pukul 09.00 WITA. Massa aksi datang dari Jajaran Kader Komisariat Lintas Kampus dengan estimasi massa mencapai 500 hingga 1.000 orang.
Pantauan Faktual.Net di lokasi, massa membentangkan spanduk bertuliskan “EVALUASI KINERJA KEPEMIMPINAN BUPATI TAKALAR” dan berorasi secara bergantian. Arus lalu lintas dari arah Galesong menuju pusat pemerintahan Takalar di Pattallassang terpaksa dialihkan.
Jenderal Lapangan aksi, Kanda Syamsul Salam, Kabid PTKP PB Hipermata menegaskan, aksi ini adalah puncak kekecewaan pemuda dan mahasiswa Takalar terhadap kepemimpinan Bupati Takalar yang dinilai gagal menjalankan program unggulan dan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial dadakan.
“Hari ini kami buktikan, Jalan Poros Pemda kami lumpuhkan. Ini bukan aksi main-main. Ini adalah mosi tidak percaya terhadap Bupati Takalar. 13 tuntutan kami harus dijawab. Jika tidak, kami akan menginap di depan kantor Bupati,” teriak Syamsul Salam di atas mobil komando.
Berikut 13 TUNTUTAN AKSI PB HIPERMATA yang menjadi desakan utama:
Pengadaan aplikasi digital yang diduga hanya sarana mengeruk keuntungan – Absensi ANITA, ONE CLICK di BKPSDM dan Pajak Reminding di Bapenda
Periksa anggaran pelatihan dan pengadaan digitalisasi yang tidak transparan harus diproses hukum jelas dan transparan
Mendesak Bupati Takalar untuk membayarkan gaji P3K paruh waktu
Pengadaan alat Layanan pintar yang tidak pernah digunakan di setiap desa
Bupati Takalar dinilai hanya melaksanakan kegiatan dadakan dan melupakan program unggulan
Periksa pekerjaan mes Pemda di Jakarta yang dikerjakan kontraktor luar yang diduga dimuluskan oleh PPK Dinas PU
Meminta APH mendalami pengadaan Buku dan foto di Dinas Pendidikan yang diduga Bupati dan saudaranya menerima Fee dari penerbit
Periksa dan dalami kembali proyek pasar Dande-Dandere, Sanrobone dan Massamaturu yang diduga melibatkan Sekda Takalar
Periksa ATD orang dekat bupati yang diduga sering mengatasnamakan bupati untuk meminta proyek di OPD dan uang
Meminta BNN Sulsel agar melakukan tes urine ke seluruh OPD di Kabupaten Takalar
Pengadaan baju batik yang diduga diatur oleh istri bupati melalui penyedia kain tekstil
Polres Takalar dan Kejaksaan Negeri Takalar dinilai ompong dalam proses penegakan Hukum dihadapan Bupati Takalar
Desak KPK untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi digitalisasi SPBU Pertamina
Aksi ini diketahui sebagai Penanggung Jawab Pengurus PB Hipermata dan Mengetahui Ketua PB Hipermata.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan menduduki jalan poros Pemda. Aparat Kepolisian Polres Takalar terlihat melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemda Takalar.
Massa mengancam akan terus melakukan aksi lanjutan hingga ke Kejati Sulsel dan KPK RI jika 13 tuntutan tersebut tidak diindahkan.
Reporter : Asman













