Pesan Hasriyanti Untuk Pemilu 2019 Yang Damai

35

Faktual. Net, Kendari. Sultra. Ketika berbicara tentang damai atau kedamaian, maka semua orang tentunya akan sepakat bahwa damai atau kedamaian merupakan impian dan cita-cita bagi semua orang tanpa terkecuali, tanpa batasan usia, tanpa mengenal suku, agama dan ras. Hal tersebut dikatakan Hasriyanti kepada media melalui pesan selulernya pada Rabu, 17/10/2018 menanggapi maraknya isu-isu hoaks pada perhelatan pemilu 2019 yang ditakutkannya bisa memicu konflik.

Dikatakannya bahwa kedamaian adalah cita-cita luhur dari bangsa Indonesia, dalam petikan naskah pembukaan UUD 1945, tepatnya alinea ke empat terdapat tugas mulia untuk seluruh anak bangsa yang menjadi sebuah keharusan yakni “ikut menjaga ketertiban dunia”, ini adalah tugas yang sangat mulia yang finalnya adalah kedamaian.

Kalau ada anak-anak negeri ini terkhusus putra-putri Kendari ada yang senang bikin onar, senang bikin keributan maka sebenarnya mereka itu telah melanggar amanah UUD 1945, bahkan dalam pandangan saya, orang-orang yang suka bikin kegaduhan dalam bentuk apapun, mereka sebenarnya telah mengkhianati UUD 1945″ ucap Ketua Panwas Kecamatan Puuwatu (Kota Kendari) ini.

Ditambahkannya bahwa dirinya selaku Panwascam bertugas mengawasi pemilu berjalan sesuai aturan dengan sebuah alasan bahwa pemilu yang berjalan sesuai aturan akan menciptakan pemilu yang damai dan itu adalah target dari Panwascam Puuwatu yakni mengawasi dan mengawal Pileg dan Pilpres 2019 agar berjalan damai.

Lebih lanjut lagi disebutkannya bahwa tahun 2019 ini adalah tahun politik yang tensi politiknya lebih tinggi dan lebih terasa dari pemilu 2014, mengapa demikian? Sebab 2019 ini berjalan bersama antara pemilu legislatif dan pemilu presiden. Apalagi kontestasi pilpres yang hanya diikuti oleh dua paslon saja, tentunya diskusi dimasyarakat kalau bukan oposisi pasti petahana, hal tersebut yang membuat tahun politik 2019 menjadi tahun politik dengan tensi yang tinggi.

Sekretaris BKM Watulondo ini berpesan kepada penyelenggara baik KPU dan Bawaslu agar selalu mengedepankan netralitas dan profesionalisme dalam bekerja karena terkadang pemicu dari huru-hara dalam pemilu adalah apabila penyelenggara dan birokrasi bertindak tidak netral.

Menyikapi,isu-isu hoaks yang banyak beredar dimasyarakat, baginya tugas penyelenggara adalah menanggapinya dengan bijak. “Maksud saya, ketika dilapangan kita diperhadapkan dengan isu hoaks yang berpotensi memicu konflik maka tugas kita semua untuk meluruskan isu tersebut. Masyarakat jangan dihadapi dengan sikap keras tetapi mereka harus dihadapi dengan bijak, karena masyarakat awam sejatinya membutuhkan pencerahan dari penyelenggara” jelasnya.

Tidak lupa Ia berpesan kepada partai politik agar merebut simpati masyarakat dengan cara terhormat, sebisa mungkin hindari politik transaksional, politik uang atau politik dagang sapi karena kalau hal tersebut merupakan tindak pidana.

“Kepada teman-teman partai politik, para caleg agar menghindari dan jangan coba-coba melakukan politik uang. Karena itu dilakukan maka sanksinya jelas yakni pidana,” tutupnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :