Faktual.Net, Sulsel– Dalam rangka mempererat tali silaturahmi Persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan (PBSS-ADANAGAU), melaksanakan pertemuan dengan para pengurus se-Sulawesi Selatan, pada Hari Sabtu (26/12/2020).
Silaturahmi tersebut di tempatkan di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bisa, Kota Palopo.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum PBSS Marsuki Madani, SE.,MM. AKT, Abdul Halik Yopi yang mewakili Kabupaten Gowa dan beberapa perwakilan dari daerah lain yang ada di Sul-Sel.

Adapun tema dari kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Sawerigading itu ialah “Bersama Kami, Kita Jalani Silaturahmi, Kita Wujudkan Persaudaraan Tanpa Batas”. Perlu diketahui bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pengurus PBSS Luwu dan Palopo.
Sementara itu Ketua Umum Persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan Marsuki Madani, SE.,MM. AKT. Kepada awak media mengatakan, Komunitas Persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun dan visi daripada grup ini adalah mewujudkan persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan, sedangkan misi yang diembannya adalah menjalin silaturahmi setiap bulan dari daerah ke daerah.

“Alhamdulillah PBSS atau Persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan selama ini sudah ada di berbagai daerah yang ada di Sulawesi Selatan mulai dari Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan seluruh daerah atau kabupaten di Sulsel,” ucap Ketua Umum PBSS Marsuki Madani.
“Alhamdulillah perjalanan kami dari bulan ke bulan semuanya lancar untuk mengadakan acara Kelas Tudang Sipulung yang tujuannya adalah untuk memfasilitasi anggota agar bisa saling bertemu Muka,” lanjut dia.
Ia pun mengatakan, perjalanan ini didukung penuh oleh seluruh anggota yang tergabung dalam dalam grup komunitas ini, Persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan kami juga tidak hanya memiliki group WA di setiap daerah. Tetapi juga memiliki satu group induk, yang di dalamnya terdapat gabungan dari pada seluruh anggota yang ada di Sulawesi Selatan sebagai fasilitas agar mereka bisa saling berkomunikasi satu sama lain.
“Demikian pula kami juga memiliki Grup Facebook yang namanya persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan, jadi tidak hanya di dunia sosial mereka saling berkomunikasi tetapi Tudang Sipulung ini bertujuan adalah agar mereka bisa bertemu muka, bertutur sapa langsung, berjabat tangan langsun dan saling memaafkan”, katanya.
Selama perjalanan di Facebook komunitas itu sudah memiliki anggota kurang Lebih 2000 di seluruh Sulawesi Selatan.
“Sekali lagi bahwa PDSS atau Persebaran Daerah Sulawesi Selatan Ini adalah ingin mewujudkan persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan di manapun berada dan kami tidak membatasi diri dengan semua suku dan begitu pula agama hanyalah sebuah nama kami menambahkan Bugis karena masyarakat terbesar di Sulawesi Selatan,” terangnya.
Pada dasarnya komunitas ini merangkul suku baik itu dari Makassar, Mandar, Toraja dan begitu juga dengan agama-agama lainnya kami terbuka untuk umum.
“Kami tidak membatasi diri sekali lagi bahwa grup ini hanyalah sebuah nama yang dinamakan sebagai persaudaraan Bugis Sulawesi Selatan Saya kira demikian tentang grup ini terima kasih,” tutupnya.
Editor: Anton
















