Pengalaman Sebagai Aktivis Perempuan, Nur Aisa Rauf Mencoba Masuk DPRD Sultra

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Kenapa harus pilih Nur Aisa Rauf untuk duduk di DPRD Provinsi Sultra? Sebab pengalamannya sebagai aktivis perempuan, jejaring sosialnya dengan lembaga nasional dan internasional yang konsen mendampingi kaum perempuan membuat wanita berhijab ini layak untuk menjadi pilihan masyarakat Kota Kendari khususnya kaum perempun untuk mewakili mereka di parlemen.

Kepada faktual.net pada Kamis, 11/4/2019, mantan Direktur Alpen Sultra ini mengatakan, “jika saya terpilih, maka disamping menjalankan Program Partai Amanat Nasional, saya akan berjuang bersama anggota DPRD lainnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan guna kesejahteraan keluarga terutama peningkatan kesehatan bagi kaum perempuan, karena sampai saat ini belum ada Anggota DPRD Sultra yang memperjuangkan pengadaan alat kesehatan pemeriksaan USG Mamae (untuk pemeriksaan payudara) di rumah sakit pemerintah di Sultra”, katanya.

Dikatakan oleh Caleg DPRD Sultra Nomor Urut 5 PAN daerah pemilihan Sultra 1 ini, bahwa pengalamannya mendampingi kelompok-kelompok Perempuan Usaha Kecil untuk memajukan usahanya akan menjadi dasar baginya ketika di DPRD Sultra untuk memperjuangkan program peningkatan kapasitas UMKM bagi perempuan dan mutu produk serta berdaya saing serta merangkul semua kelompok-kelompok usaha yang ada di Kota Kendari.

Selain itu tambah direktur LPM Equator ini bahwa pengalamannya sebagai aktivis perempuan bersama aktivis lainnya menjadi parlemen jalanan membuatnya matang untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat khususnya kaum perempuan jika ada permasalahan atau ada aspirasi yang ingin di perjuangkan.

“Tiga komitmen saya untuk masyarakat Kota Kendari ketika saya terpilih yakni komitmen dalam pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)”, sebutnya.

“Fokus ke partisipasi perempuan di Musrenbang agar perempuan ikut andil dalam usulan program, karena selama ini yang terjadi dalam forum Musrembang kurang di perjuangkan aspirasi khususnya perempuan. Harus perempuan yang perjuangkan, sebab yang lebih paham kebutuhan perempuan untuk meningkatkan kesejahreraan keluarga adalah perempuan itu sendiri”, sebutnya lagi.

“Pengalaman saya sebagai Konsultan Migas program LEAD Verifikator Verifikasi Distribusi Isi Ulang LPG 3 Kg selama 4 tahun di Provinsi Sultra maka saya akan membuat Posko Pengaduan Masyarakat terhadap Pelayanan LPG 3 Kg untuk memastikan masyarakat dapat membeli tabung isi ulang sesuai harga HET yang berlaku”, tutup Nur Aisa Rauf.

Reporter : Asrun Awey Ali

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai