Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaPemerintahan

Pelayanan Kesehatan Memburuk, Masyarakat Tomia Segel Kantor UPTD Puskesmas

×

Pelayanan Kesehatan Memburuk, Masyarakat Tomia Segel Kantor UPTD Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Penyegelan Kantor UPTD Puskesmas Tomia oleh masa aksi pada Kamis, (20/7/23).
Example 468x60

faktual.net, Wakatobi, Sultra. Masyarakat Tomia secara massal melakukan penyegelan terhadap Kantor UPTD Puskesmas setempat sebagai bentuk protes terhadap pelayanan kesehatan yang dinilai tidak maksimal pada Kamis, (20/7/23). Aksi protes ini menimbulkan pertentangan dengan program “Merdeka Sehat” yang digaungkan oleh Bupati Haliana dan Ilmiati Daud, karena di lapangan, implementasi program tersebut nihil dan justru pelayanan kesehatan semakin memburuk dari sebelumnya.

Protes ini diorganisir sebagai tuntutan agar Bupati Wakatobi segera mencopot Kepala Puskesmas kecamatan Tomia. Para pendemo menyatakan bahwa boikot ini akan berlangsung hingga terbitnya Surat Keputusan (SK) pergantian Kepala Puskesmas.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Parman, yang menjadi koordinator aksi dari lembaga Solidaritas Mahasiswa Pemuda Pelajar Waitii (Simpati), menegaskan bahwa pihaknya telah berkali-kali menyuarakan tuntutan ini, namun hingga kini pemerintah tampak bungkam dan tidak mengindahkan keluhan masyarakat.

“Berkali-kali kami sudah memberikan peringatan, mulai dari aksi pertama, tapi hingga saat ini pemerintah seakan acuh tak acuh terhadap masalah ini dan tidak menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Keluhan dari masyarakat menyangkut kualitas pelayanan kesehatan yang sangat rendah, bahkan terkadang tidak ada pegawai yang berada di puskesmas, meskipun sedang dalam jam kerja. Keluhan semakin meningkat, terutama mengenai praktik pengalihan pasien sakit ke puskesmas lain di wilayah Tomia Timur, yang membuat masyarakat merasa bahwa pelayanan di puskesmas setempat tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga :  Kemnaker Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK dan PSN

Selain menuntut pergantian Kepala Puskesmas, aksi kedua dilakukan dengan menekan pemerintah Kecamatan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, Bupati, dan Kepala Dinas Kesehatan. Namun, hingga saat ini, tidak ada respons yang memuaskan dari pihak pemerintah, dan kepastian terkait perubahan dan perbaikan administratif juga belum didapatkan.

Solidaritas Mahasiswa Pemuda Pelajar Waitii (Simpati) mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Kepala Puskesmas Kecamatan Tomia, yaitu Baharuddin Lahamiru, sebagai bentuk dukungan terhadap aspirasi masyarakat.

Pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat dan melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tomia. Merdeka sehat hanya akan tercapai jika ada perubahan nyata dalam pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (red)

Tanggapi Berita Ini