Faktual.net – Jakarta, 6 Maret 2025 – Seorang pelajar berusia 17 tahun, Hf, menjadi korban penganiayaan oleh pengemudi mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi B 99 NEO di Jalan Kebon Baru, Jakarta, Selasa (5/3/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian ini bermula saat Hf dan ibunya hampir tertabrak Alphard yang mundur. Meskipun telah membunyikan klakson, pengemudi justru marah dan terjadi cekcok. Hf kemudian dibanting ke jalan aspal oleh pengemudi tersebut.

Ibu Hf, yang menyaksikan kejadian tersebut, sangat terpukul. “Anak saya bisa tewas!” teriaknya, menahan air mata. Lebih dari itu, ponselnya yang sedang merekam kejadian tersebut dirampas oleh rekan pengemudi Alphard.
Akibat penganiayaan, Hf mengalami memar di lengan kiri, pusing hebat karena benturan kepala, dan luka di jempol kaki. Ia telah menjalani perawatan medis dan visum et repertum (VER) telah dikeluarkan sebagai bukti pendukung laporan polisi (LP/B/163/III/2025/SPKT). Keluarga khawatir akan dampak jangka panjang dari benturan kepala yang dialaminya.
Pengemudi Alphard bersama pria lain dan wanita yang diduga arogan dan brutal tersebut melarikan diri setelah kejadian. Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus ini dan memburu pelaku. Kendaraan Alphard yang digunakan juga diduga ilegal.
Keluarga Hf berharap Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, S.IK., memberikan atensi khusus pada kasus ini. Ibu Hf memohon agar kasus ini diusut tuntas dan meminta keadilan bagi anaknya. Ia juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang, terutama mengingat korbannya adalah seorang pelajar di bawah umur.
“Bapak Kapolda Irjen Karyoto, S.IK mohon atensinya Pak! Agar kasus ini menjadi atensi khusus Bapak, terlebih di bulan Ramadhan ini yang penuh berkah. Kiranya tidak ada lagi masyarakat sipil yang seenaknya, bahkan memanfaatkan nama aparat penegak hukum untuk melancarkan sikap menang sendiri, arogan dan brutal, dan menindas rakyat kecil seperti kami, terlebih lagi korbannya anak/pelajar di bawah usia 18 tahun, harapan masa depan bangsa,” ujar Ibu Hf.
Saat berita ini diturunkan, keluarga Hf masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian, didampingi kuasa hukum dan awak media.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















