Example floating
Example floating
BeritaDaerah

“Oknum Guru SD Inpres Ciniayo Bantah Tuduhan Malas Mengajar, Klarifikasi di Depan Wartawan!”

×

“Oknum Guru SD Inpres Ciniayo Bantah Tuduhan Malas Mengajar, Klarifikasi di Depan Wartawan!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel- 26 Januari 2026- Saat ditemui awak media di sekolah mengenai pemberitaan terhadap dirinya, Ibu Sabaji, S.Pd.I membantah dan tidak membenarkannya.

Guru SD Inpres Ciniayo tersebut memberikan klarifikasi secara terbuka di hadapan awak media di ruang kantor sekolah, pembelaan dilakukan dengan bertemu langsung.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Sebagaimana sebelumnya, beredar berita bahwa dirinya malas masuk mengajar dan sering tidak datang tanpa informasi kepada pihak sekolah.

“Saya atas nama pribadi membantah keras tuduhan yang berkaitan dengan ketidakhadiran saya di sekolah, saya selaku pendidik memahami betul tugas dan tanggung jawab saya,” ungkap Ibu Sabaji, S.Pd.I.

“Mungkin pada saat saya tidak hadir di ruangan, pihak lain melihat ruang kelas sekolah kosong pada saat itu, hingga dia beranggapan saya malas datang,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Inpres Ciniayo menyatakan sikap melalui via telepon secara tegas, memberikan pendampingan atau pembelaan kepada oknum guru yang dianggap malas. Dalam penyampaiannya, dia mengatakan bahwa:

Baca Juga :  Tambang Ilegal Manongkoki Masih Beroperasi, Warga Tuding Polres Takalar Tutup Mata terhadap Laporan Masyarakat

“Terkait dengan dugaan ada oknum guru P3K yang malas datang mengajar dan tinggalkan sekolah tanpa izin itu tidak benar.”

“Kurang lebih 3 bulan saya jadi kepala sekolah di SD Inpres Ciniayo, oknum tersebut selalu hadir. Kalau dia tidak pernah minta izin itu juga tidak benar, bahkan keluar saja belanja snack anaknya dia minta izin, itupun kalau anaknya ikut, tapi jarang anaknya ikut,” ungkap Kepala Sekolah.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari PGRI, Ibu Sabaji mengatakan bahwa dirinya masih menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia dan norma agama.

“Kami tetap menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia, norma agama, dan peraturan yang berlaku terkait dengan tugas dan tanggung jawab saya sebagai pendidik,” tambah Ibu Sabaji, S.Pd.I.

Sebagai penutup klarifikasi, ia kembali menegaskan bahwa berita yang beredar di media sosial tidak benar adanya.

Dengan adanya pemberitaan tersebut, pihak sekolah akan lebih memperketat absensi kehadiran guru di sekolah.

Reporter: Dhenkjallo.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit