faktual,net, Jeneponto-Sulsel – Seorang balita diagnosa gizi buruk asal desa Turatea Timur kecamatan Tamalatea kabupaten Jeneponto setelah di rawat intensif selama 5 hari menghembuskan nafas terakhirnya subuh dini hari,15/09/22.
Jihan Salshabila salah satu dari sekian banyak penderita gizi buruk yang ada di kabupaten Jeneponto harus kehilangan nyawanya dikarenakan lambangnya penanganan pihak pemerintah khususnya gugus tugas kabupaten layak anak (KLA).
Diketahui Jeneponto beberapa waktu lalu meraih predikat pratama kabupaten layak anak, namun di sisi lain kasus gizi kurang dan sedang juga signifikan meningkat hingga kehilangan nyawa. Selain Jihan (09) sebelumnya di kecamatan Tamalatea ini juga kasus meninggal diagnosa gizi buruk terjadi.
Petugas pendamping wilayah lokus Desa Turatea Timur kepala Puskesmas Embo Murniaty, kepada awak media mengatakan pihaknya telah banyak berkordinasi dengan jajaran kecamatan hingga ke DPRD terkait Jihan namun penderita tak terselamatkan.
” Tugas kami kesehatan hanya kordinasikan, ini datanya, dan itu sudah kami lakukan ke pihak kecamatan dan bahkan ke DPRD, kami dan pemdes sudah maksimal” ,ucap Kapus yang baru menjabat ini.
Sementara itu, Hasan Anwar selaku ketua Ketua LPK- Sul-Sel mengatakan, Kasus meninggalnya Jihan Salshabila ini merupakan tolak ukur kabupaten Jeneponto hanya kuat di konsep namun lemah dalam pelaksaan teknis, padahal dalam pelayanan di sokong anggaran yang cukup memadai. pungkasnya
Reporter: Pupung















