Faktual.net, Gowa, Sulsel- Harapan Ratusan tenaga Honorer/Non Asn di Kabupaten Gowa kini seolah menggantung di udara. Mereka yang selama bertahun-tahun telah mengabdi, kini menanti dengan penuh harap jawaban dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas surat resmi yang dilayangkan oleh DPRD Gowa. Surat tersebut berisi permohonan agar ada solusi nyata bagi para Honorer yang hingga kini belum terdata dalam sistem BKN.
Persoalan ini bukan sekadar tentang administrasi — ini tentang pengabdian, tentang keikhlasan, dan tentang nasib mereka yang telah berpuluh tahun memberikan tenaga dan waktu demi mencerdaskan anak bangsa tanpa kepastian status.
Ari Paletteri, Wakil Ketua Umum DPP Gempa Indonesia yang selama setahun terakhir aktif mengawal perjuangan para Guru Honorer, dengan tegas menyampaikan sikapnya.
Dalam pernyataannya, awak media (29/10/2025), Ari mengungkapkan bahwa para Guru Honorer dan Para Tenaga Kesehatan bahkan bersedia tidak digaji dalam jangka waktu tertentu, selama ada kesepakatan jelas antara Pemda Gowa dan para pengabdi pendidikan itu.
“Mereka ini tidak menuntut gaji, yang mereka butuhkan hanyalah NIP — sebuah bentuk pengakuan atas pengabdian mereka. Soal gaji itu nomor dua. Kasihan, ada guru yang sudah 10 sampai 20 tahun mengajar tanpa kepastian, tapi justru yang baru mengabdi bisa lulus PPPK,” tegas Ari dengan nada kecewa.
Menurutnya, banyak guru merasa malu dan kehilangan semangat karena ketidakadilan dalam proses seleksi dan pendataan Honorer/Non Asn. Padahal mereka telah lama mengabdikan diri di pelosok-pelosok Gowa, menjadi tulang punggung pendidikan daerah.
“Kami mohon dengan segala hormat kepada Pemerintah Daerah Gowa agar membuka hati dan pikirannya. Ini bukan hanya tentang status, tapi tentang kemanusiaan dan keadilan bagi mereka yang sudah puluhan tahun mengabdi untuk daerah ini. Kami ingin yang terbaik untuk Kabupaten Gowa, demi terciptanya Gowa Maju dan Berkeadilan,” tambah Ari.
Kini, seluruh mata tertuju pada Pemda Gowa dan BKN. Apakah surat dari DPRD Gowa akan dijawab dengan solusi nyata? Ataukah pengabdian para Honorer/Non ASN kembali terabaikan di balik tumpukan berkas birokrasi?
Waktu yang akan menjawab — namun satu hal pasti, suara mereka tak lagi bisa diabaikan. Mereka bukan menuntut belas kasihan, melainkan pengakuan atas pengabdian dan keikhlasan yang telah mereka persembahkan untuk negeri ini.
Redaksi Sulsel.













