oleh

Musda Golkar, AMPI Dorong Regenerasi Kepemimpinan Di Golkar Sultra

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Perhelatan suksesi kepemimpinan Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah diambang pintu. Ridwan BAE yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sultra akan berakhir masa jabatannya.

Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sultra melalui Sekretaris DPD nya Isroni Hamka menilai bahwa di pucuk pimpinan Golkar Sultra harus ada regenerasi kepemimpinan.

“Partai ini harus segar, sebagai Partai Moderen yang mengusung semangat demokrasi, maka penting kiranya proses demokrasi di tubuh Partai Golkar harus berjalan ideal”, kata Roni sapaan Isroni Hamka kepada faktual.net pada Senin malam, 24/2/2020 dirumahnya.

Roni menilai bahwa berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Ridwan BAE sudah tidak boleh lagi mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sultra. Sebab, Ridwan BAE telah memimpin Golkar selama 2 periode.

“Kalau mengacu pada AD/ART Partai Golkar, Pak Ridwan kan sudah tidak boleh lagi mencalonkan diri sebagai Ketua, beliau kan sudah menjabat 2 periode di Golkar Sultra”, katanya lagi.

“Kami mendengar rumor bahwa pak Ridwan akan menggunakan hak Deskresi dari DPP supaya bisa mencalonkan diri kembali, AMPI sebagai bagian dari Partai Golkar menilai hal ini tidak sehat untuk proses demokrasi di Partai”, tegas mantan aktivis HMI ini.

Isroni Hamka menambahkan bahwa secara kelembagaan AMPI menilai di 10 tahun kepemimpinan Golkar, Ridwan BAE telah mengukir banyak prestasi untuk Partai ini, dan alangkah bijaknya ketika diakhir periode ke dua nya, Ridwan BAE meninggalkan prestasi terbaiknya yakni pendidikan demokrasi yang ideal buat Partai yakni bersikap negarawan untuk tidak mencalonkan diri lagi.

“Pak Ridwan BAE kan politisi senior di Sultra, beliau panutan kami di Golkar, AMPI menilai alangkah baiknya jika periode 2020-2025 beliau tidak duduk lagi sebagai Ketua DPD tetapi memberikan kesempatan kepada kader-kader lain untuk memimpin Golkar”, tambah Roni.

Sekretaris dari Muhammad Radan Algindo Nur Alam ini juga meminta kepada Steering Commite (SC) dan Organisation Commite (OC) agar bekerja profesional, fair tanpa menguntungkan pihak-pihak tertentu saat penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan terselenggara pada 5 Maret 2020.

“SC, OC bekerja profesional lah, jangan cederai Musda dengan berpihak pada figur tertentu. Di Golkar ini ada beberapa figur yang layak dan mampu memimpin Golkar. Ada Surunuddin Dangga Bupati Konawe Selatan, La Bakri Bupati Buton. Arhawi Ruda Bupati Wakatobi, Abdul Rahman Farisi dan Herry Asiku Wakil Ketua DPRD Sultra”, tutup Roni

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :