Muhammad Sinen Angkat Bicara Soal Aksi Warga Tomalou, Ini Penjelasannya

118
Sambutan Wakil Walikota

Faktual.Net, Tidore. Aksi yang dilakukan sejumlah Warga Masyarakat Kelurahan Tomalou pada Sabtu, (6/4/19)  yang meminta Muhammad Sinen selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku Utara untuk turun meminta maaf kepada masyarakat Tomalou karena merasa tersinggung dengan ucapannya pada saat kampanye tatap muka salah satu Calon Anggota Legislatif  PDIP yakni Titiek Arifani Ruray di Kelurahan Tomalou diduga mengandung unsur ujaran kebencian, ditanggapi secara santai oleh Muhammad Sinen.

Kepada sejumlah media, Muhammad Sinen mengaku dirinya siap bertanggungjawab dan memenuhi tuntutan sejumlah warga Tomalou, jika dirinya benar-benar bersalah. pasalnya materi kampanye yang ia sampaikan pada acara tersebut tidak bermaksud menyinggung masyarakat Tomalou ataupun menyebarkan ujaran kebencian. Melainkan lebih kepada membangun sinergitas antara pemerintah dengan salah satu yayasan di Kelurahan Tomalou yang telah memiliki usaha dengan mendatangkan satu unit Eksavator guna diperuntuhkan oleh masyarakat. sehingga tujuan dirinya menyampaikan demikian agar masyarakat Kelurahan Tomalou bisa bersinergi dengan pemerintah untuk memanfaatkan alat tersebut dengan baik.

“Saya justru membantu mereka agar alat yang mereka datangkan dapat dimanfaatkan secara baik, karena alat yang mereka beli itu jika tidak didukung oleh pemerintah maka sudah pasti akan kesulitan dalam beraktifitas, dan jika lama kelamaan tidak bisa digunakan maka bisa jadi besi tua, dan itu masyarakat sendiri yang rugi. Jadi apa salah jika saya mengajak masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah,” jelasnya saat ditemui di Kantor DPC PDIP Kota Tikep Sabtu, (6/4/19) malam.

Untuk itu, lelaki yang akrab disapa Erik itu berharap di momentum politik ini sesama masyarakat tidak harus saling memprovokasi, melainkan saling mendukung demi terciptanya proses demokrasi yang sehat. Lagipula aksi yang ditunjukan sekelompok orang itu, Kata Erik kenapa tidak harus dilakukan di Kantor Walikota atau di kediaman pribadinya malah dilakukan di depan Kantor Kelurahan Tomalou dan tengah-tengah masyarakat, padahal sasarannya adalah dirinya (Muhammad Sinen).

“Jika ucapan saya mengandung unsur kebencian maka saat kampanye hari itu saya sudah akan diturunkan oleh Panwas, selain itu dalam kampanye tersebut saya juga membuka ruang tanya jawab selama 10 menit, namun tidak ada yang bertanya. Nanti setelah beberapa hari baru dilakukan demonstrasi,” ujarnya.

Olehnya itu, untuk memperjelas masalah tersebut, orang nomor dua di Pemerintah Daerah Kota Tikep ini mempersilahkan kepada sejumlah masyarakat kelurahan Tomalou yang mendemonstrasikan dirinya itu, agar menempuh jalur hukum. sehingga dengan begitu masalah tersebut tidak menjadi gaduh di kalangan masyarakat.

“Kalau saya salah silahkan laporkan di polisi biar kita selesaikan lewat jalur hukum agar masyarakat tidak kena imbasnya, biar di Polisi kita putar kembali slide video yang mereka maksud saya menghina atau menebar kebencian terhadap masyarakat kelurahan Tomalou,” tandasnya.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :