
Faktual.Net, Kendari, Sultra – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) Muhamad Alamsyah, menilai pengumuman hasil verifikasi berkas calon tenaga kerja lokal yaitu di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) yang telah selesai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, sangat memprihatikan untuk kepentingan golongan.
Muhamad Alamsyah, mengungkapkan bahwa dari hasil verivikasi dinyatakan ratusan orang yang lolos berkas, hanya ada kurang dari sepuluh nama yang berasal dari zona lima yang dinyatakan lolos, sudah sangat jelas ini bentuk diskriminasi kedaerahan (05/08/2020).
Dalam seleksi penerimaan tenaga kerja lokal, Pemda Konawe terkesan mengedepankan kepentingan golongan, yang semestinya bisa menaungi seluruh kepentingan masyarakat Sultra dalam hal penerimaan karyawan PT.VDNI Dan OSS Sesuai hasil MOU dengan dua perusahaan tersebut.
“Harusnya dengan penerimaan tenaga kerja yang akan bekerja di PT.VDNI dan OSS oleh pemerintah daerah Kabupaten Konawe penyerapan tenaga kerja harus lebih humanis dan transparan,” tegasnya Alamsyah.
Sambungnya, Alamsyah yang juga putra daerah Kabupaten Muna menolak hasil verivikasi berkas yang telah diumumkan oleh Pemkab Kabupaten Konawe.
“Calon tenaga kerja yang berasal dari kepulauan tidak semestinya terdiskriminasi seperti ini,” tutupnya.
Reporter: Kariadi














