Example floating
Example floating
Headline

“Merawat Nalar Sehat Bangsa: PEWARNA Indonesia dan STT IKAT Bersatu Demi Peradaban Damai!”

×

“Merawat Nalar Sehat Bangsa: PEWARNA Indonesia dan STT IKAT Bersatu Demi Peradaban Damai!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Kamis (25/9/2025) – Dalam momentum Dies Natalis ke-40, Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT bekerja sama dengan PEWARNA Indonesia menggelar Dialog Kebangsaan yang menggugah semangat persatuan. Acara ini mengangkat tema krusial: “Merawat Nalar Sehat Bangsa Demi Peradaban Damai,” dengan tujuan memperkuat fondasi kebangsaan di tengah tantangan zaman. Giat ini berlangsung di Aula STT IKAT Jl. Rempoa Raya, Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Yusuf Mujiono, S.Th Ketua Umum PEWARNA Indonesia dan Dr. Jimmy Lumintang secara bergantian memberikan sambutan pembuka acara tanda dibuka secara resmi acara seminar ini.

Mereka memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran Dr. arya Wedakarna.

“Acara Seminar ini merupakan rangkaian dari pengamatan Dies Natalis ke 40 STT IKAT,” ujar Dr. Jimmy Lumintang.

Dialog ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendratta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., (M.Thru)., M.Si., yang dikenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam paparannya, Dr. Arya menekankan pentingnya mengembangkan ilmu perbandingan agama agar misi kasih dapat saling memperkaya keberimanan.

“Keberimanan sejati bukan berasal dari kata-kata, melainkan dari kualitas diri yang terpancar dalam tindakan nyata,” tegas Dr. Arya. Ia juga menyerukan kepada generasi muda untuk tidak hanya sehat dalam bermedia sosial, tetapi juga menghindari pencitraan semu.

Baca Juga :  Menjelang Kongres, PIKI Tegaskan Peran Intelektual sebagai Mitra Strategis Bangsappl

“Bangkit dan kuasai teknologi serta budaya, jadilah Pancasilais sejati yang menjunjung tinggi nilai-nilai lintas agama,” tambahnya.

Dr. Arya juga menyoroti keselarasan nilai-nilai agama, termasuk Hindu dan Kristen, dalam konteks kebangsaan. “Nilai-nilai agama sangat cocok dengan ajaran Kristen, dan ini adalah modal penting untuk menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Merah Putih,” ujarnya. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi dengan agama lain demi mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera.


Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ashiong P. Munthe Departemen Penelitian Pengembangan PEWARNA Indonesia dan dosen ini menjadi persemaian bagi tonggak-tonggak penjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dr. Arya juga menegaskan dukungannya kepada PEWARNA Indonesia sebagai sahabat yang senantiasa berjuang untuk nilai-nilai kebangsaan.

Dialog Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merawat nalar sehat, memperkuat persatuan, dan mewujudkan peradaban damai di Indonesia.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit