Example floating
Example floating
Tokoh

Mengetes Kepribumian Indonesia

×

Mengetes Kepribumian Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

FAKTUAL.NET – JAKARTA – Berlangsung di acara ASOI (Asal-usul Orang Indonesia), Museum Nasional, Jalan Merdeka Barat, Jakarta  Pusat, beberapa waktu yang lalu Selasa, 15 Oktober 2019 berlangsung dari pukul 09.00 – 12.00 WIB yang memamaparkan hasil Tes DNA, Talkshow dan Penampilan Musik.

Dalam kesempatan tersebut hasil Tes DNA Leluhur di antaranya selebrita Indonesia dari berbagai kalangan baik jurnalis, politisi, sineas dan penulis serta musisi dipaparkan mereka adalah  : Najwa Shihab, Hasto Kristiyanto, Grace Natalie, Budiman Sudjatmiko, Mira Lesmana, Ayu Utamai, Riri Riza dan Ariel Noah dipaparkan di hadapan peserta.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ternyata cukup mencengangkan karena karena mungkin  ketika kita melihat face dari Grace Louise Natalie begitu  sangat oriental (wajah Chinese)  ternyata Swastika Noorsabri yang asli Jogja relawan proyek DNA ternyata kandungan ras chinesenya lebih besar daripada Grace Natalie. Ini baru salah satu contoh di dalamnya.

Bonnie Triyana memberi penjelasan dalam acara Asal-usul Orang Indonesia (ASOI) di Gedung Museum Nasional, Jakarta Pusat

Deputi Fundamental Eijkman Institute Prof. Dr. Herawati Aru Sudoyo pada peresmian acara Asal-usul Orang Indonesia (ASOI) di Museum Nasional. Lebih lanjut Herawati mengungkapkan, “Kalau dari sudut genetika data ilmiah, pribumi harusnya 100 persen Indonesia, tetapi hasilnya, dari 16 responden semuanya bercampur (asal moyangnya), tidak ada yanG 100% Indonesia, jadi  tidak ada yang bisa mengklaim pribumi asli,” katanya.

Beberapa data responden yang mengikuti tes DNA dan dipamerkan dalam pameran ASOI yang akan berlangsung sampai tanggal 10 November 2019 adalah sebagai berikut :

Swastika Noorsabri, wiraswasta Jogjakarta berkulit gelap, bermata besar, mengaku keturunan Jawa asli karena ayah ibunya orang Jogjakarta, hasil Tes DNA mengungkapkan ia memiliki tingkat kandungan ras Tionghoa paling tinggi di antara persentase asal moyang lainnya. Bahkan lebih lucu lagi pernyataan Sabri, “Saya sekarang merasa lebih berhak dibilang keturunan Tionghoa daripada Grace Natlie,” ungkapnya sambil tertawa.

Grace Natalie, politisi. Ternyata memiliki gen nenek moyang paling besar di wilayah Asia Timur  juga memiliki gen yang berasal dari wilayah India dan Afghanistan.

Grace mengungkapkan, “Ini membuktikan kita tidak bisa mngklaim bahwa kita pribumi, Indonesia itu bercampur-campur lalu menjadi satu bangsa yang bernama Indonesia, dan kita harus bangga itu,” kata Gace dalam kesempatan tersebut.

Solikhin, seorang petugas keamanan yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah, merasa dirinya orang Jawa tulen, yang lahir di tanah Jawa dengan orangtua lahir di Jawa. Dari hasil tes DNA menunjukkan presentase nenek moyang terbesarnya berasal dari Afgnaistan.

Riri Riza, penulis skenario dan porduser film, lahir di Makassar juga terkejut. Karen 42,4% hasil tes proyek DNA berasal dari wilayah Asia Selatan terutama India dan 33,95% memiliki gen Asia Timur.

Tes DNA yang dilakukan terhadap 16 responden dan dilakukan secara random (acak) orang Indonesia yang dilaksanakan oleh majalah sejarah online Historia.id dibawah komando Bonnie Triyana dalam Proyek DNA Penelesuran Leluhur Orang Indonesia Asli menyampaikan ke hadapan kita semua bahwa kita harus membuat pernyataan tegas demi persatuan dan kesatuan NKRI tidak ada yang dinamakan manusia pribumi atau asli Indonesia. Ayo mau mengetes keprimumian keindonesianmu?

(Johan S / Femmy N)

 

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit