faktual.net Jakarta – Masyarakat yang menggunakan Jalan Raya dari dan menuju kawasan kota tua atau Musem Fatahillah menantikan Tindakan Tegas dari Walikota Jakarta Barat, untuk melakukan Penertiban kepada para Pedagang Kaki Lima (pkl) dan juga kendaraan angkot yang parkir sembarangan menggunakan bahu Jalan atau Trotoar.
Kendaraan masyarakat dan akomodasi milik pemda harus berbagi Jalan dengan pkl yang berjualan dan angkot yang ngetem (parli) untuk melintasi disepanjang Jalan Kunir, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Kawasan Kota Tua akan semakin sulit menjadi destinasi wisata bertaraf internasional, sebab keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang membuat kawasan itu kumuh. Masalah ini tidak hanya sekarang, tapi sudah menahun. Penataan PKL yang terkesan gagal berdampak buruk ke seluruh aspek infrastruktur pendukung di kawasan tersebut.
Kondisi jalanan yang semraut yang mengakibatkan jalanan macet acapkali dilaporkan masyarakat melalui aplikasi pengaduan milik pemprov.DKI Jakarta dan juga melalui media massa termasuk faktual.net.
Keluhannya masyarakat telah dikonfirmasi ke pihak kecamatan maupun Pemprov DKI oleh media online faktual.net dan saat itu dilakukan penertiban, tapi hanya sesat, karena diduga ada oknum yang menjadi pelindung para pkl dan atau diduga juga pejabatnya belum mampu bertindak tegas kepada pedagang untuk memaksa pkl berjualan di lokasi binaan dikawasan lokasi museum fatahillah.(zul)














