Example floating
Example floating
BeritaOpini

Masyarakat Desa Harus Belajar, Digitalisasi Agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

×

Masyarakat Desa Harus Belajar, Digitalisasi Agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel-14 Nopember 2025, Oleh Ardi Muh Syadir- Dari kampung, saya melihat bagaimana perkembangan zaman pelan-pelan memasuki kehidupan masyarakat desa. Dulu yang kita kenal hanya ladang, kebun, dan gotong royong, sekarang hampir semua orang memegang ponsel pintar. Media sosial digunakan setiap hari, transaksi keuangan mulai dilakukan secara digital, bahkan urusan administrasi pemerintah kini berbasis online. Namun, satu hal masih tertinggal jauh: pemahaman tentang digitalisasi.

Digitalisasi bukan sekadar memakai HP atau punya akun Facebook. Ini tentang memahami cara kerja dunia online, cara menjaga data pribadi, dan bagaimana melindungi diri dari ancaman yang tidak terlihat. Banyak warga desa yang sangat cerdas dalam mengolah tanah, namun belum terbiasa menghadapi tipu daya digital yang terus berkembang.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kita sering mendengar kasus penipuan online:

Warga tertipu undian palsu,

Akun WhatsApp dibobol,

Data pribadi disalahgunakan,

Uang hilang karena menekan tautan yang tidak dikenal,

Hingga pinjaman online ilegal yang menjebak.

Semua ini terjadi bukan karena masyarakat desa bodoh, tapi karena belum mendapatkan edukasi digital yang memadai.

Baca Juga :  UNMUS Catat Sejarah Baru, Anak Asli Papua Isi Posisi Strategis Pimpinan

Karena itu, masyarakat desa perlu belajar:

Mengenali hoaks dan informasi menyesatkan.

Melindungi identitas digital seperti nomor HP, KTP, OTP, dan akun pribadi.

Menggunakan media sosial dengan aman, tanpa membuka peluang kejahatan.

Memahami tanda-tanda penipuan online, mulai dari phising, scam, hingga pencurian data.

Dunia digital ibarat hutan yang luas. Ada jalan baik yang bisa membawa manfaat besar, tapi ada pula jebakan yang bisa merugikan bila tidak hati-hati. Kejahatan hari ini tidak selalu datang lewat pintu rumah—kadang datang lewat layar ponsel.

Penutup:

Belajar ki digitalisasi bukan untuk sekadar pintar-pintar. Bukan untuk gaya-gaya, bukan juga untuk ikut-ikutan. Tapi supaya tidak dirugikan oleh efek kejahatan cyber yang semakin merajalela. Kita belajar agar bisa melindungi diri, keluarga, dan kampung kita sendiri.

Dari kampung kita mulai paham, dari kampung kita mulai sadar, dan dari kampung pula kita membangun masa depan yang aman di era digital.Dari kampung yang paling tinggi. Gowa, Sulawesi Selatan Indonesia.

Redaksi  Sulsel.

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit