
Faktual.Net, Kendari, Sultra – Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kendari, gelar demonstrasi penolakan PPKM, di halaman Kantor Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diwarnai kericuhan.
Sempat terlibat bentrokan dengan aparat, saat mahasiswa membakar ban bekas tapi dihalau oleh petugas dan juga menutup rapat pintu pagar. Aksi saling dorong pun terjadi, antara Mahasiswa, Polisi dan Satpol PP yang membubarkan massa aksi.
Kericuhan sempat terhenti setelah perwakilan mahasiswa dan aparat melakukan dialog untuk meminta pihak Wali Kota untuk menemui mereka.
Salah satu orator mempertegas di hadapan aparat untuk tidak melakukan tindakan represif, kepada kader-kader IMM yang menyalurkan aspirasi di halaman Wali Kota Kendari.
“Saya tegaskan kepada aparat untuk tidak menghalangi gerakan yang kami bangun, karena gerakan yang kami bangun adalah gerakan aksi damai bukan anarkis, kami datang disini hanya meminta pihak Wali Kota untuk menemui massa dan melakukan hearing agar memberikan respon terhadap tuntutan yang kami usulkan,” Tegas Erdianto.
Dia menambahkan, aksi demonstrasi sendiri dilakukan guna mengevaluasi perpanjangan PPKM melelaui Surat Edaran Wakil Kota Kendari yang dinilai tidak efektif.
“Kami mencoba mengevaluasi penerapan PPKM di Kota Kendari yang saat ini dinilai lemah penangananya, kerena realitas di lapangan tidak sesuai prosedural surat edaran Wali Kota Kendari,” Ucap Erdianto dalam orasinya.
Ia juga mendesak Wali Kota Kendari, untuk segera mencabut surat edaran pemberlakuan PPKM.
“Kami mendesak bapak Sulkarnain Kadir untuk segera mencabut surat edaran PPKM di Kota Kendari, dan tidak akan memperpanjang lagi PPKM ke depannya,” tuturnya.
Namun, Wali Kota Kendari dan Sekda, tak berada di tempat dan seorang mahasiswa mempertanyaan keberadaan Wakil Kota kepada asistennya, Ia mengatakan Wali Kota lagi acara di tempat lain.
“Saya tidak tahu acaranya dimana, dan saya belum bisa memberikan respon terhadap tuntutan mahasiswa tanpa konfirmasi pada Wali Kota, jadi kalian tetap sabar,” Ucapnya.
Masa aksi kecewa tak menemui Wali Kota yang dikabarkan tak berada di tempat. Usai menyampaikan tuntutan, aksi mahasiswa pun berlanjut ke gedung DPRD Provinsi Sultra namun tak ada juga anggota DPRD setelah memeriksa ruangannya, akibat itu mahasiswa menyegel Kantor DPRD Provinsi Sultra.
Penulis: Kariadi














