Example floating
Berita

Laporan Khusus : Di Gerbang Pulau kebersihan Diabaikan, Saat Fasilitas Dasar Tidak Lagi Jadi Prioritas

×

Laporan Khusus : Di Gerbang Pulau kebersihan Diabaikan, Saat Fasilitas Dasar Tidak Lagi Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – Merak, Bakauheni – 22 September 2026 – Ketika kapal feri merapat di dermaga Merak, ribuan penumpang melangkah naik berharap perjalanan menyeberangi Selat Sunda akan berjalan aman, nyaman, dan layak. Namun di balik lambang pelayanan yang terpasang di badan kapal, kenyataan yang disambut para penumpang justru berbeda jauh.

Sebuah foto yang dikirimkan oleh salah satu nahkoda, melalui nomor kontak 085771674769, menampilkan kondisi yang memprihatinkan. Ruang sanitasi yang seharusnya bersih, wangi, dan layak digunakanjustru terlihat kotor, berceceran, tidak disiram, dan tanpa tanda-tanda pernah dibersihkan. Dinding kusam, lantai berdebu, dan tumpukan kotoran yang mengendap menjadi bukti nyata: kebersihan bukan lagi prioritas di kapal penyeberangan ini.

Ketika “Pelayanan Prima” Hanya Tertulis di Papan

ASDP Ferry Indonesia dikenal sebagai urat nadi penyeberangan antarpulau. Jutaan orang, kendaraan, dan barang melintas setiap harinya. Di setiap kesempatan, jargon “pelayanan prima” kerap digaungkan. Namun kenyataan di lapangan mempertanyakan: apakah kebersihan yang merupakan hak paling dasar setiap penumpang sudah masuk ke dalam definisi pelayanan itu?

Kondisi toilet yang tidak terawat, tidak disiram, dan dibiarkan kotor bukan sekadar soal kurangnya petugas. Itu adalah cerminan sikap: penumpang dianggap sekadar angka, bukan manusia yang berhak dihormati.

“Sering terdengar alasan: belum ada petugas kebersihan yang ditugaskan. Namun apakah wajar, kapal yang mengangkut ratusan orang setiap jam tidak memiliki satu orang pun yang bertanggung jawab atas kebersihan?” demikian pertanyaan yang muncul dari kalangan awak kapal yang peduli.

Pandangan — Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPLA

Ketua LBH No Viral No
Justice DKI Jakarta

Kebersihan bukanlah hal sepele. Ia adalah cermin manajemen. Jika hal yang paling mendasarmenjaga tempat bersuci tetap bersihtidak dapat dipenuhi, bagaimana masyarakat dapat mempercayai hal-hal yang jauh lebih besar?

“Ini bukan sekadar soal bau atau kotoran. Ini soal penghormatan terhadap penumpang yang sudah membayar, yang sudah menaruh kepercayaan. Ibu hamil, lansia, anak-anak, pekerja, pedagang — semuanya berhak menggunakan fasilitas yang bersih. Jika dibiarkan kotor, berarti pengelolaan tidak menghargai mereka.”

Kekosongan petugas kebersihan tidak boleh dijadikan alasan abadi. Perusahaan yang mengelola aset vital milik publik wajib menyediakan tenaga, menyusun jadwal, dan menegakkan tanggung jawab.

Nama baik ASDP tidak dibangun di atas spanduk atau iklan. Ia dibangun dari kesan kecil: apakah toilet bersih, apakah air mengalir, apakah penumpang merasa dihargai. Jika hal kecil diabaikan, maka kepercayaan besar perlahan akan hilang.”

Baca Juga :  BEM Fakultas Teknik Unismuh Makassar Gandeng Honda Bintang Motor Gelar Layanan Cek Rangka Gratis

Laporan yang disampaikan melalui nomor 085771674769 harus menjadi pemicu perbaikan, bukan sekadar masuk berkas laporan. Manajemen wajib turun langsung, memeriksa kondisi kapal, dan memberikan tindak lanjut yang transparan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ada tiga hal mendasar yang perlu diakui dan diperbaiki:

Pertama — Tidak Ada Tanggung Jawab yang Jelas.

Tidak diketahui siapa yang bertugas membersihkan, kapan terakhir kali dibersihkan, dan kepada siapa pengawasan dilaporkan. Tanpa penanggung jawab, maka tidak ada yang merasa bersalah ketika fasilitas rusak dan kotor.

Kedua — Anggaran & Sumber Daya Terabaikan.

Ketiadaan petugas kebersihan tetap menunjukkan bahwa pos ini tidak dianggap penting. Padahal kebersihan adalah kebutuhan pertama yang dicari penumpang setelah naik kapal.

Ketiga — Pengawasan Hanya Saat Ada Pejabat.

Banyak kapal terlihat rapi hanya saat ada kunjungan pimpinan. Begitu tamu pergi, kembali seperti semula. Pengawasan yang jujur dan berkala — tanpa pemberitahuan sebelumnya — justru yang paling dibutuhkan.

Langkah Nyata untuk Memulihkan Kepercayaan

– Perubahan tidak harus menunggu proyek besar atau anggaran milyaran. Langkah sederhana namun tegas dapat dilakukan mulai hari ini:

– Tetapkan penanggung jawab kebersihan di setiap kapal, dengan jadwal yang jelas dan dapat diperiksa.

– Pasang buku pemantauan kebersihan yang terbuka untuk dilihat penumpang — kapan dibersihkan, oleh siapa.

– Pastikan air mengalir lancar dan sarana pendukung tersedia — tidak ada alasan toilet tidak bisa disiram.

Lakukan inspeksi mendadak secara berkala, bukan hanya saat ada acara resmi

Tindaklanjuti setiap laporan dengan cepat — laporan dari nomor 085771674769 adalah bukti kepedulian pihak di dalam, yang patut dihargai dan ditindaklanjuti

Beri penghargaan dan teguran — kapal yang bersih diapresiasi, yang lalai ditegur dan diperbaiki

Di gerbang pulau yang menyatukan ribuan keluarga, pekerja, dan pemudik setiap harinya — kebersihan adalah bentuk penghormatan paling tulus. Ketika penumpang turun dari kapal, mereka tidak hanya membawa barang bawaan. Mereka membawa kesan: apakah negara hadir melayani mereka dengan baik, atau sekadar mengantar mereka lewat.

Kebersihan adalah wajah pelayanan. Jangan biarkan wajah itu kotor, sementara kita sibuk memoles nama besar di papan nama. Perbaiki yang mendasar, dan kepercayaan rakyat akan pulih dengan sendirinya.”

Laporan ini disusun atas masukan & pandangan: Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPLA

Red

Tanggapi Berita Ini