Lalaikan Kewajiban Sosial dan Lingkungan, PT. UD Maju Group Didemo Warga Konda

110

Faktual.Net, Konsel, Sultra. Puluhan warga Desa Konda Satu, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bersama LSM Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) berunjukrasa didepan jalan jalur keluar masuk truck perusahaan PT. UD Maju Group, Senin,11/11/2019.

Aksi demontrasi warga tersebut ditenggarai atas sikap PT. UD Maju Group yang melakukan aktivitas Aspal Mixes Plant (AMP) dan kegiatan penambangan golongan B dalam hal pengelolaan Batu diwilayah tersebut telah melalaikan kewajiban sosial dan lingkungan.

Hal itu dibenarkan oleh ketua DPD II Pospera Konsel, Syahriman Hamdani saat dikonfirmasi wartawan Faktual.Net usai melakukan unjukrasa dijalur jalan perusahaan tersebut.

Syahriman Hamdani juga mengatakan, pihaknya bakal menghentikan aktifitas perusahaan jika tidak segera mewujudkan keinginan beberapa tuntutan masyarakat.

“Terlalu lama perusahaan aspal ini mengabaikan tanggung jawab sosialnya, melanggar berbagai aturan, membodohi masyarakat,” katanya.

Warga Desa Konda Satu Saat Pertemuan Dengan Perusahaan

Syahriman mengungkapkan, UD. Maju Group telah melakukan pelanggaran pasal 74 ayat 4 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas tentang kewajiban perusahaan, serta pasal 12 ayat 1 UU Nomor 38 tahun 2004 tentang penggunaan jalan umum yang dilakukan suatu perusahaan.

Oleh sebab itu, lanjut dia, warga masyarakat Desa Konda Satu memberikan tuntutan pada pihak perusahaan diantaranya, Merealisasikan kewajiban sosial perusahaan, Memberikan konvensi atas aktifitas huling truk, Membuat jalan khusus perusahaan dan tidak menggunakan jalan umum untuk perusahaan tidak prosedural, Mematuhi aturan angkutan material yang mana Bak Truck mesti lebih rendah dari kepala mobil.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

Kepala desa Konda Satu, Agus Salim, juga membenarkan tudingan warga tersebut, Ia menerangkan perusahaan tersebut telah melalaikan tugas dan tanggungjawabnya terhadap masyarakat yang mendiami wilayah itu.

“Hampir 20 tahun beroperasi dikampung ini, perusahaan itu tidak pernah memberikan kewajibannya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kegiatan perusahaan tersebut banyak memberikan efek negatif kepada warga diantaranya kesehatan warga banyak yang terganggu karena menghirup debu, kecelakaan sering terjadi, suara bising kendaraan truk besar lalu lalang hingga mengancam keselamatan anak saat bermain.

“Saya sebagai pemerintah mendukung keputusan warganya yang berniat memblokir jalan. karena jalan yang digunakan ini jalan desa bukan jalan perusahaan. Sudah hampir 20 tahun beroperasi masa jalan masuk tidak sampai 1 Kilo meter itu tidak bisa diperbaiki. Apakah di Aspal, dibuatkan Drainase atau diberi penerangan atau apa saja yang bisa memajukan kualitas hidup masyarakat kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Berkunjung Di Tidore, Investor Asing Tertarik Bangun Kerja Sama Dengan Pemkot

Salah satu warga Desa Konda Satu, Openg mengaku, sangat merasa terganggu atas aktifitas mobil truk perusahaan, apa lagi pada musim kemarau maupun penghujan. Selain itu, mobil itu kerab memutuskan kabel jaringan listrik milik warga.

“Bak Truk perusahaan tinggi, jadi kalau tersangkut pasti putus. Untung saja di kampung ini sudah mulai terang karena ada perumahan BTN didalam dekat kantor PT. UD Maju,” terangnya.

Penanggung jawab PT. UD Maju Group, Gunawan saat dikonfirmasi terkait tuntutan warga pihaknya belum bisa memberikan komentar karena akan lebih dulu melaporkan kepada pimpinan tertinggi perusahaan tersebut. Meski begitu, Gunawan mengakui akan aktifitas kendaraan milik perusahaan itu.

“Kendaraan Mobil perusahaan ada 10 unit yang aktif mengangkut material. Biasa dalam sehari Satu mobil Dua kali pulang balik mengangkut,” terangnya.

Diketahui, saat pertemuan dilakukan pihak manajemen perusahaan PT. UD Maju Group diberi waktu tiga hari oleh warga untuk memberikan jawaban atas tuntutan itu, jika tidak dipenuhi aktifitas perusahaan bakal diboikot warga.

Reporter: Marwan Toasa

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :