
Faktual.net, Kendari — SMKN 1 Kendari yang dipimpin oleh Drs. Ali Koua merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota Kendari. Walaupun terbilang unggulan, sekolah yang dahulunya bernama SMEA Negeri Kendari tersebut tak luput dari berbagai persoalan klasik yang masih ada.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si disekolah tersebut dalam rangka Reses Masa Sidang II Tahun 2023 pada Juni 2023.
Bertempat di ruang guru, Drs. Ali Koua yang menjabat Kepala Sekolah (Kepsek) mengungkapkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh sekolahnya tersebut. Salah satunya adalah banjir yang melanda sekolah apabila hujan turun lebih kurang satu jam saja.
“Sekolah kami ini pak berada di jantung Kota Kendari tentu ini menjadi strategis, masalahnya adalah ketika hujan satu jam saja maka sekolah kami kebanjiran”, curhat Ali Koua kepada Sudarmanto Saeka.
Selain persoalan klasik banjir beberapa masalah juga turut dibeberkan oleh Ali Koua, dikatakannya bahwa komputer – komputer sekolah butuh peremajaan karena terbilang sudah cukup lama usianya.
Bukan hanya itu, persolaan guru honorer yang telah lama mengabdi disekolah tersebut ketika terangkat jadi PPPK, penempatannya disekolah lain, padahal harapannya adalah guru – guru PPPK yang baru lulus tetap ditempatkan disekolah tersebut.
Ali Koua juga menambahkan bahwa SMKN 1 Kendari membutuhkan areal parkir bagi motor siswa, selama ini yang mereka gunakan sebagai area parkir adalah lapangan olahraga.
Senada dengan kepala sekolah, beberapa guru mempertanyakan terkait kesejahteraan guru khususnya terkait sertifikasi dan tunjangan guru.
Menanggapi aspirasi civitas akademik SMKN 1 Kendari, Sudarmanto Saeka yang juga berlatang belakang guru dan tenaga kependidikan di Kota Kendari mengatakan bahwa kehadirannya di sekolah tersebut dalam rangka mendengarkan langsung uneg – uneg dan bertatap muka dengan para guru.
“Saya datang kesini, posisi saya adalah sebagai wakil rakyat, saya tidak mau banyak berjanji sebab saya takut untuk mengingkarinya, tetapi saya ingin katakan bahwa semua hal yang teman – teman usulkan akan saya bawa ke sidang paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Persoalan banjir yang sering melanda sekolah ini tentu tidak bisa diselesaikan oleh dinas pendidikan, tetapi yang bisa menyelesaikannya adalah dinas PUPR karena keberadaan sekolah ini yang sudah sangat kurang areal resapannya harus ada penataan terkait drainase dan hal tersebut ada di dinas PUPR. Dan tugas saya untuk mengkomunikasikannya dengan dinas terkait”, katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Sultra tersebut meyakinkan kepada para guru bahwa dirinya adalah mantan guru sebelum terjun ke dunia politik, tentu sebagai seorang guru dirinya sangat paham masalah – masalah mendasar yang dialami para guru saat ini.
“Saya sangat memahami apa yang menjadi persoalan teman – teman, khususnya masalah kesejahteraan, masalah setifikasi, masalah tunjangan, masalah beasiswa. Keberadaan saya di DPRD Sultra sejak 9 tahun lalu terus fokus memperjuangkan dunia pendidikan Sultra dengan harapan dunia pendidikan Sultra bisa setara dengan daerah – daerah lain di Indonesia yang telah maju”, ucap pria yang pernah menjabat Ketua STIE 66 Kendari.
Dibanding dulu, honor tenaga honorer Pemprov saat ini tentu jauh lebih besar, saat ini pendapatan tenaga honorer sudah mencapai 1,5 juta perbulan tentu ini belum sampai pada kata cukup tetapi sudah jauh lebih baik dibanding tahun – tahun yang sebelumnya.
Pantauan media, reses di SMKN 1 Kendari berlangsung khidmat, guru – guru antusias mengikuti kegiatan sampai selesai. Sudarmanto Saeka selalu berucap bahwa jika sebuah daerah mau maju maka majukan pendidikan karena efek domino dari dunia pendidikan akan turut membangkitkan sektor ekonomi.
Reporter : Nuzul
Editor : Aco RI















