oleh

Juri Ardiantoro “KPU & Bawaslu Tidak Akan Mampu Sukseskan Pemilu Tanpa Dukungan Pihak Eksternal

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak cukup kuat untuk dapat mensukseskan Pemilu kalau hanya mengandalkan kekuatannya sendiri. Kedua lembaga tersebut membutuhkan bantuan serta dukungan dari pihak-pihak eksternal.

Demikian penyampaian dari Dr. Juri Ardiantoro selaku Ketua Presidium Nasional Jaringan Demokrasi Indonesia (Presnas JaDI) saat membawakan sambutan pada acara deklarasi JaDI Sultra, Rabu, 20/2/2019 bertempat di Swiss Bell Hotel Kendari.

Eks Ketua KPU RI ini menegaskan bahwa KPU dan Bawaslu tidak akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik jika hanya mengandalkan perangkatnya sendiri. Banyak persoalan yang dihadapi oleh kedua lembaga penyelenggara Pemilu tersebut yang mengharuskan kedua lembaga tersebut membuka ruang menerima bantuan khususnya saran, pendapat, ide serta gagasan dari eks penyelenggara yang telah terbukti berhasil menyelenggarakan Pemilu diera sebelumnya.

Baca Juga :  Peluang Kerja Bagi Masyarakat Desa Taring, Untuk Di Tempatkan Di Pertashop

“Maka disinilah salah ruang JaDI mengambil peran membantu kinerja KPU atau Bawaslu” kata pria yang saat ini tercatat sebagai staf khusus Presiden.

Juri Ardiantoro mencontohkan di DKI Jakarta, JaDI mendapat peran sebagai fasilitator terhadap kegiatan-kegiatan KPU DKI Jakarta. Begitu banyaknya kegiatan KPU dengan waktu yang singkat membuat KPU harus melibatkan JaDI.

“Mengapa harus JaDI? Sebab di JaDI adalah kumpulan eks penyelenggara yang sudah tidak asing lagi dengan kinerja penyelenggara” jelas Juri.

Juri Ardiantoro Menyerahkan Plakat Kepada Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Shaleh

Tantangan Pemilu Saat Ini

Juri menjelaskan bahwa tantangan Pemilu yang dihadapi Indonesia saat ini adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh negara untuk membiayai sebuah pesta demokrasi.

Padahal menurut Juri bahwa Pemilu yang ideal adalah Pemilu dengan biaya yang murah.

Baca Juga :  Muhammad Alamsyah: Menilai Hasil Verifikasi Calon Tenaga Kerja Lokal di PT VDNI dan OSS Memprihatinkan

Selain itu, tantangan yang juga sampai hari ini masih menjadi tugas bersama antara penyelenggara Pemilu dan masyarakat adalah pemberantasan politik uang yang sudah menjadi sebuah adat ditengah-tengah masyarakat dan susah untuk dihilangkan.

“JaDI Sultra harus bisa mengambil peran dimasyarakat sebagai pendidik dalam rangka memberikan pemahaman ditengah masyarakat terkait efek buruk politik uang”, kata Juri.

Juri mengatakan bahwa JaDI Sultra harus bisa mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak pada politik premordial yang berujung pada politik SARA.

Diakhir sambutannya Juri menegaskan bahwa JaDI Sultra harus berada digarda terdepan untuk perang melawan hoaks karena baginya hoaks adalah hal yang menyesatkan.

Reporter : Aco Rahman Ismail

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :