Faktual.Net. Sinjai, Sulsel – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai menunjukan sikap kritis terhadap sejumlah dugaan kasus korupsi yang belakangan ini viral di media sosial. Minggu (23/06/2021)
Salah satunya terhadap dugaan korupsi berupa permintaan fee 10 persen yang terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai.
Ketua Divisi Advokasi anggaran Kopel Sinjai, Zulkarnain meminta Kepolisian dan Kejaksaan bisa mengusut tuntas korupsi yang terjadi di daerah ini.
Berita terkait: https://faktual.net/permintaan-fee-10-bupati-sinjai-suratman-bersumpah-atas-nama-allah-swt/
“Saya meminta agar kasus ini segera dituntaskan, tangkap orang-orang yang terlibat,” ujar Zul dalam keterangannya, minggu, 23/5/2021).
Menurut Zul para penegak hukum harus bergerak cepat supaya kasus tersebut bisa tuntas segera.
“Jangan sampai kasus ini masuk angin. Penegak hukum harus bergerak cepat. Saya juga mendesak Kepolisian dan Kejaksaan untuk ikut memeriksa dugaan kasus korupsi yang merugikan negara,” tegasnya.
Dia menuturkan akibat kasus tersebut citra Aparat penegak hukum tercoreng di Sinjai.
“Segera periksa orang-orang yang terlibat. Jangan sampai kasus ini mencoreng citra aparat penegak hukum (APH) di Sinjai” pungkas dia.
Editor: Dzul















